Bikin-baju.com Makin Moncer, 2020 Gaet Investor | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 31 Agu 2019, dibaca : 500 , Halim, Linda

MALANG - Gejolak bisnis sempat menerjang bikin-baju.com di awal berdirinya tahun 2015 lalu. Sebelum berkembang seperti sekarang, usaha yang dimulai sejak masa kuliah tahun 2013 itu mengalami vakum kemudian terkendala minimnya orderan. Namun semua itu justru menjadi kekuatan.
Agustus 2016, bikin-baju.com mulai bangkit. Tim manajemen makin serius menekuni bisnis hingga bertahan dan terus berkembang hingga saat ini. Produk utama yang ditawarkan adalah seragam kerja, bentuknya kemeja, polo shirt, jaket, rompi dan celana dan paling laris kemeja.
"Tidak ada ciri khas khusus, tapi ada beberapa layanan yang membuat calon customer tertarik menggunakan jasa kami. Seperti gratis desain, gratis contoh bahan kain, gratis return kalau ada komplain dan sering ada gratis ongkir," CEO bikin-baju.com, Rizky Nugroho Ugrasena.
Agar tetap berkembang di industri ini, bikin-baju.com terus berupaya mendengarkan kritik dan saran dari customer. Tujuannya untuk memberikan manfaat kepada para klien. Tiga tahun berjalan lancar, telah banyak klien dari berbagai instansi maupun lembaga. Bahkan di tahun 2018, bikin-baju.com mengirimkan produk ke 30 provinsi di Indonesia.
bikin-baju.com juga menjadi vendor langganan untuk teman-teman Indonesia di Qatar. Seperti PPLN Qatar, KPU Qatar dan Kedubes Indonesia di Qatar. Semua itu didapatkan lantaran layanan dan proses yang mudah. Yakni melalui tiga langkah, menentukan desain, menyetorkan data ukuran dan memberikan biaya uang muka agar produksi segera diproses.
"Kendala yang umum kami alami di bagian produksi seperti terlambat selesai, salah warna kain, salah ukuran, salah bordir dan hal-hal lain di lingkup produksi," terang Rizky.
Lokasi juga menjadi kendala lantaran bikin-baju.com banyak menerima order dari area Jabodetabek. Sementara calon customer meminta tim datang langsung untuk presentasi. Sering sekali terjadi order dibatalkan karena lokasi yang berjauhan tersebut. Di sisi lain banyak juga order yang sukses di Jabodetabek dan juga provinsi lainnya.
Sebagai bisnis rintisan dengan modal sendiri, perkembangan bisnis memang tidak begitu cepat. Lantaran belum menggunakan metode pinjaman bank atau pendanaan melalui investasi. "Kami berencana tahun 2020 mendatang akan membuka peluang bergabungnya investor. Juga metode keagenan untuk menambah area pemasaran yang lebih luas," paparnya.
Berbicara terkait karyawan, bikin-baju.com masih menjaga jumlah tim agar koordinasi lebih mudah, meskipun risikonya sering kewalahan akibat kurangnya personel. Namun dari segi produksi bisnis ini dibantu oleh partner produksi sebanyak 6 orang sedangkan tim inti hanya 3 orang.
Meluasnya peminat dari rentang 2016 ke 2019 terpisah dari perkembangan teknologi saat ini. Melalui website bikin-baju.com, perusahaan ini dapat dikatakan beruntung di tahun 2015 lalu. Itu lantaran saat persaingan di mesin pencari Google belum begitu sengit seperti sekarang.
"Salah satu kunci memasarkan produk di mesin pencari adalah dengan menggunakan kata kunci. Waktu itu kami memulainya dengan kata kunci "Seragam NET TV", kata ini waktu itu masih jarang yang menggunakan padahal banyak orang yang mencarinya," terang pria berkacamata ini.
Dari situ lah bikin-baju.com mulai banyak mendapatkan customer hingga sekarang. Bahkan sampai tahun 2019 kata kunci tersebut terus memberikan banyak traffic ke website bikin-baju.com. "Saat ini kami juga mulai menggarap kata kunci lain yang potensial dan menggunakan sosial media, seperti Instagram, untuk memperluas pasar bikin-baju.com," tandas Rizky.(lin/lim)



Loading...