MalangPost | Bikin Masker, Siswa SMKN 5 Dapat Oder Jahit APD

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Bikin Masker, Siswa SMKN 5 Dapat Oder Jahit APD

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 1260 Kali

MALANG – Merebaknya virus Covid-19 berdampak pada kelangkaan masker. Hal itulah yang melatarbelakangi guru SMKN 5 Malang memberikan tugas kepada siswa kelas XI dan XII untuk membuat masker di rumahnya masing-masing sebagai bentuk pembelajaran via online (daring).
Dari jarak jauh, guru memandu para siswa kompetensi keahlian tata busana dalam pembuatan masker dari bahan kain.
“Masing-masing anak membuat maskar minimal 4 buah. Hasil karyanya difoto dan dikirim ke kami. Hal kecil yang mungkin sepele, namun sangat bermanfaat untuk kondisi saat ini,” ujar Guru Kompetensi Keahlian Tata Busana SMKN 5 Malang Sri Sulistiyorini kepada Malang Post, Senin (30/3).


Dari masker yang sudah dibuat,lanjutnya, kemudian hasilnya diminta untuk dibagikan ke tetangga sekitar yang membutuhkan. Namun juga boleh untuk di jual belikan sebagai salah satu usaha dari siswa itu sendiri.
“Apalagi masker sudah sulit ditemukan di pasaran, sehingga selain memanfaatkan bahan yang ada, siswa tetap bisa berkarya meskipun tinggal di rumah. Selain itu, juga sebagai ajang membangun budaya empati siswa pada lingkungannya. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan barokah untuk semua,” lanjutnya.


Untuk masker itu sendiri terdapat dua lapisan didalamnya. Pertama kain, kemudian diselipkan tisu sebagai penyaring partikel - partikel virus tersebut. Tak hanya itu, masker tersebut juga bisa dicuci dan diganti tisunya.
“Tentu masker ini memiliki kualitas yang bagus untuk menangkal virus karena ada dua lapis yang dapat menyaring debu maupun partikel virus,” lanjutnya.


Sementara itu, salah satu siswi Indah Permatasari mengaku tidak mengalami kesulitan dalam proses pembuatan masker, terlebih semua bahan-bahannya juga sudah tersedia di rumah.
“Lumayan mudah membuat masker, dengan biaya murah dapat memberikan manfaat pada orang lain. Selain itu ada beberapa masker yang saya berikan kepada orang terdekat dan ada yang saya jual dengan harga Rp 5000 untuk masker hijab, dan Rp 3000 untuk masker biasa,” katanya.


Tak hanya itu, perempuan yang akrab disapa Indah itu juga membuat baju APD (Alat Pelindung Diri) yang digunakan tim satgas Covid – 19 maupun di rumah sakit dalam menangani pasien Corona.
“Berkat keahlian menjahit dari sekolah saya dan orang tua juga membuat baju APD untuk rumah sakit. Namun saya hanya menerima jahitannya saja, untuk bahan sudah dari rumah sakit,” ujarnya.
Lebih lanjut, setiap harinya Indah menerima orderan masker sebanyak 10 hingga 20 masker. Sedangkan untuk baju APD tiga hari kemarin menerima orderan sebanyak 30 baju untuk rumah sakit. (mp4/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agiem Cristian