Bibir Jontor, Dipongor Berkali-Kali - Malang Post

Sabtu, 23 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 25 Agu 2019, dibaca : 3945 , MP, Fino

MALANG – Polres Malang Kota didatangi seorang pria dalam kondisi babak belur di bagian mulut. Pria berinisial LF, 55, warga Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen, mengaku babak belur karena digebuki habis-habisan oleh seorang pria berinisial JK, 40, warga Klayatan Kecamatan Sukun Kota Malang.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa pemukulan ini terjadi pada Sabtu, 24 Agustus 2019 lalu. Tepatnya, sekitar pukul 09.30 WIB. LF, yang warga Kelurahan Penanggungan, didatangi oleh tiga orang tidak dikenal. Tiga orang tersebut, mengaku datang ke rumahnya, untuk mencari adik korban.
Tapi, menurut korban, adiknya sedang tidak ada di rumah. Sehingga, tiga orang tersebut menunggu adik korban di depan teras rumah. Setelah itu, korban pun langsung masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba saja, terlapor berinisial JK ini, mengikuti korban ke dalam rumah dan menghadangnya.
Dengan kata-kata yang masih diingat oleh korban, terlapor ini mengatakan bahwa dia sudah lama tidak memukuli orang. Tanpa panjang kata, korban langsung digebuki habis-habisan. Korban dipukul berkali-kali dengan tangan kosong oleh terlapor pada bagian mulut. Akibatnya, ada luka robek yang mengeluarkan darah di bibirnya.
Selain itu, rahang kiri korban juga terasa nyeri. Setelah memukuli korban, tiga orang termasuk terlapor, meninggalkan rumah tersebut. Karena tidak terima atas kejadian ini, korban langsung mengadu ke Polres Malang Kota. Dia mendatangi SPKT Polres Malang Kota, pukul 11.30 WIB, dua jam setelah kejadian.
Setibanya di SPKT, dia melaporkan semua kejadian menurut versinya, dan membuat surat laporan. Pengaduannya ini, diterima SPKT, dan langsung diarahkan ke Satreskrim Polres Malang Kota. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan tentang adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
“Benar, ada laporan masuk dugaan penganiayaan ini,” ujar Marhaeni dikonfirmasi Malang Post kemarin. Menurut Marhaeni, korban harus membawa barang bukti berupa bukti visum.
Setelah bukti visum diterima petugas, penyelidikan lanjutan bakal dilaksanakan oleh para anggota Satreskrim Polres Makota. “Kasusnya masih dalam penyelidikan lanjutan,” tutup Marhaeni.(fin/mp)



Loading...