BI Malang Dorong Pegawai Produktif Menulis Opini | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 273 , mp, Dinda

MALANG - Banyaknya manfaat yang didapat dari menulis membuat Kepala KPw BI Malang, Azka Subhan Aminurridho terus mendorong para pegawainya untuk lebih produktif menghasilkan karya tulis. Karena itu, untuk melatih keahlian tersebut, KPw BI Malang menggelar Pelatihan Teknik Menulis Populer dan Opini di Media Massa.
Selama dua hari, 27-28 September, sebanyak 26 pegawai BI mendapat tips menulis opini dari Pemimpin Redaksi Malang Post, Dewi Yuhana, serta trik khusus agar tulisan gagasan tersebut dapat dimuat di media cetak.
Azka mengatakan, setiap pegawai BI bisa menulis. Namun selama ini yang ditulis adalah tulisan yang berkaitan dengan pekerjaan seperti laporan, usulan, permohonan, surat hingga memorandum. Namun jika diminta untuk menulis opini, mereka belum terbiasa.
"Saya mendorong mereka untuk melatih kemampuan menulis opini karena aktivitas ini mampu mendiseminasi informasi serta mensosialisasikan informasi khususnya terkait dengan BI kepada masyarakat luas. Dibandingkan sosialisasi mainstream, menulis opini ini lebih efisien dan menjangkau lebih banyak orang," terang Azka.
Saat ditugaskan di Malang awal tahun lalu, Azka sudah antusias untuk memacu aktivitas menulis di media massa, baik bagi dirinya sendiri maupun pegawai. Bak gayung bersambut, keinginannya tersebut terjawab saat membaca Malang Post yang konsisten menyediakan ruang tulisan opini untuk masyarakat.
"Ada ruang yang disediakan oleh Malang Post untuk masyarakat menulis dan beropini tentang hal apapun. Inilah yang harus bisa kita manfaatkan. Apapun gagasan yang ingin disampaikan (oleh pegawai BI), pastikan koridornya tetap terkait dengan tugas BI agar masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan baik atau bahkan termotivasi," jelasnya.
Dalam sesi awal pelaksanaan pelatihan, Dewi Yuhana menyebutkan untuk menulis opini di media massa sebenarnya tidak sulit. Yang terpenting adalah, ide penulisannya tersebut tidak lepas dari isu atau peristiwa yang sedang terjadi saat ini.
"Untuk mengetahui apa yang sedang ramai dibicarakan orang, bisa diketahui dari headline berita, viral medsos, lingkungan sekitar atau menanggapi tulisan orang lain," beber perempuan yang akrab disapa Hana ini.
Ia melanjutkan, yang tidak kalah pentingnya, saat menulis menggunakan bahasa populer yang mudah ditangkap oleh masyarakat umum. Bukan bahasa atau istilah-istilah yang hanya diketahui oleh bidang perbankan. "Bahasa baku, yes. Tapi bukan berarti menggunakan kalimat yang kaku," imbuhnya.
Tak hanya mendapatkan teori-teori menulis, dalam pelatihan tersebut para peserta juga diminta praktek langsung membuat opini dan langsung dievaluasi agar mereka semakin memahami cara menulis yang benar.(nda)



Loading...