BI dan KEMI Beri Workshop 100 Pelaku UMKM | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 466 , halim, linda

MALANG - Ekspor itu Mudah. Syaratnya mengenali negara tujuan serta menyesuaikan produk dan target pasar. Untuk mendorong dan meningkatkan literasi mengenai ekspor itulah Bank Indonesia Malang dan Komunitas Eksportir Muda Indonesia (KEMI) memberikan workshop ke 100 pelaku UMKM di Malang Raya, Rabu (28/8) di Ruang Serbaguna lantai 3 Kantor Perwakilan BI Malang.
Bertajuk Ekspor itu Mudah, Menuju UMKM-IKM Go Eksport, mereka diajak mengembangkan jejaring usaha dan belajar kepada para eksportir yang lebih dulu menembus pasar internasional. Tak hanya itu, beberapa komoditas yang telah lolos ekspor, seperti beras merah organik dari kelompok tani Sumber Makmur Lawang, kopi, keripik buah serta esesoris interior juga turut diperkenalkan.
Ketua KEMI Kuswanto mengatakan, kegiatan sinergi dengan Bank Indonesia ini memiliki visi yang sama yakni berorientasi terhadap peningkatan ekspor. "Dukungan dari BI Malang ini adalah untuk meningkatkan ekspor. Yang belum ekspor bisa ekspor dan yang sudah bisa terus meningkat lagi," ujar Kuswanto.
Ia memaparkan, KEMI memiliki nara sumber pelaku eksportir untuk negara-negara dunia ketiga atau kepulauan, seperti Hawaii yang bernuansa nature. Kebutuhan negara tersebut produk dari Indonesia dijual lagi sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut.
Sejauh ini dari keseluruhan anggota KEMI yang produknya mampu menembus ekspor berada di kisaran 25-26 persen. Sementara sebagian anggotanya masih terkendala terkait persyaratan. "Kendala yang sering dijumpai adalah tidak match antara produksi dengan kebutuhan negara tujuan. Mereka kurang melihat pasar karena kebanyakan masih bersifat idealis. Padahal seharusnya harus menyesuaikan negara tujuan ekspor," urainya.
Untuk menjajaki pasar ekspor inilah tak kalah pentingnya adalah komunikasi, saling sharing dengan pelaku UKM dan eksportir. "Internet dan media sosial penting untuk menjaring informasi. Misalnya di Facebook ada marketplace yang menginformasikan jika produk ingin masuk ke Afrika Selatan. Silahkan buka segmen pasarnya, di situ akan ketahuan produk yang dibutuhkan apa," papar Kuswanto.
Manajer Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia Malang, Fida Affa Arif, memaparkan workshop ini bertujuan untuk mengurangi Current Account Deficit ( CAD).
"Karena apabila UMKM sudah maju dan bisa ekspor, nilai CAD tidak lagi negatif. Paling tidak dengan kegiatan ini mereka sudah tahu kalau mau ekspor harus kemana," jelas Fida, sapaan akrabnya.
Meningkatkan literasi UMKM mengenai ekspor menjadi komitmen dalam mendorong pengembangan para UMKM di wilayah kerja BI Malang. "Kami tidak bisa menargetkan berapa persen harus ekspor karena untuk ekspor ini membutuhkan waktu. Paling tidak sekarang ini mereka sudah tahu arahnya kemana," tandasnya. (lin/lim)



Loading...