MalangPost - BERUNTUNG ADA PENDAMPINGAN BANK INDONESIA

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

BERUNTUNG ADA PENDAMPINGAN BANK INDONESIA

Senin, 27 Jul 2020, Dibaca : 1563 Kali

Jeritan petani bawang putih di Kota Wisata Batu tak semerdu setahun lalu. Jeritan kali ini, mereka sulit  mencari pembeli. Lagi-lagi  penyebabnya Covid-19.

Hal ini dirasakan Kelompok Tani (Poktan) 01 Maju, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Belasan ton bawang putih hasil panen bulan Juli ini menumpuk di gudang mereka.

‘’Ada dua belas ton bawang putih numpuk di gudang,’’ ungkap Ketua Poktan Maju 01, Suhermanto, Sabtu (25/7/2020). Jumlah itu hasil panen dari lahan seluas 2 hektar.

Sulitnya menjual hasil panen, tak membuat mereka berkeluh sepanjang hari. Para petani ini mengaku tak putus asa. Tidak akan berganti tanaman. Mereka tetap akan  menanam bawa putih di lahan 5 hektar itu.

Sulitnya menjual bawang putih bukan akibat kualitas hasil panen jelek. Menurut Herman, persaingan harga di pasar sangat kompetitif.  Apalagi, banyak bawang impor masuk. Harganya murah. Sehingga harga bawang  putih lokal sulit terjual.

 

Menghadapi persaingan harga, sebagian besar petani bawang putih di Batu memilih bertahan. Pertimbangannya agar tidak menanggung rugi cukup besar.

Petani bawang putih di Batu selama ini mendapat pendampingan dari tim Pusat Kajian Pengelolaan Hama Terpadu (PKPHT) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bersama Dinas Pertanian Kota Batu.

Bahkan, sekitar setengah hektar lahan bawang putih pola tanamnya bekerja sama khusus dengan Bank Indonesia Malang. Menurut Suhermanto, pihak Bank Indonesia  mendampingi dan mengawasi mulai musim tanam. Bank Indonesia juga mengucurkan dana pembiayaan.

Teknis pelaksanaan di lapangan didampingi tim PKPHT yang ditunjuk Bank Indonesia. ‘’Petani merasa beruntung karena pengetahuan tentang pertanian bertambah,” jelasnya.

Sedangkan tim Dinas Pertanian Kota Batu  memberikan penyuluhan terkait sistem penanaman dan motivasi.  

“Karena ada wabah Covid-19 hasil penanaman tahun ini kurang maksimal. Bahkan kami belum mendapat pembeli,” katanya.

Editor : yan
Penulis : eng