Berdayakan PKK Perangi Stunting Sejak Dini | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 13 Okt 2019, dibaca : 363 , aim, ira

MALANG – Sejak beberapa bulan terakhir, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang mulai blusukan ke kecamatan-kecamata untuk  menggelar pelatihan peningkatan kualitas kader umum PKK. Beberapa waktu lalu, pelatihan digelar di Kecamatan Lawang yang diikuti seluruh pengurus PKK Kecamatan Lawang, serta pengurus PKK desa dan keluarahan se Kecamatan Lawang.
Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Feni Nurman Ramdansyah mengatakan, pelatihan peningkatan kualitas kader merupakan program TP PKK Kabupaten Malang sebagai salah satu upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).
”Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan tentang 10 program PKK. Kami juga melakukan sosialisasi tentang Perpres no 99 tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan PKK,’’ kata Feni Nurman Ramdansyah.
Pihaknya juga mengajak seluruh anggota PKK ikut dalam menyelesaikan masalah stunting. ”Ibu ketua TP PKK Kabupaten yaitu ibu Hj Anis Zaidah Sanusi sangat getol untuk program penyelesaian stunting. Sehingga setiap kami melakukan kegiatan program penyelesaian stunting ini terus kami gembar-gemborkan,’’ ungkapnya.
Dia mengakui, Kabupaten Malang belum bebas stunting, tapi angka stunting terus menurun. ”Artinya apa yang dilakukan semua pihak di Kabupaten Malang termasuk PKK berhasil untuk mengatasi persoalan stunting,’’ ungkapnya.
PKK menurut Feni memiliki peran yang krusial di masyarakat. Karena PKK ada mulai tingkat bawah. Sehingga saat ada sesuatu di tingkat bawah, terdeteksinya pun cepat. ”Kami memperkuat akar rumput melalui dasa wisma. Satu anggota PKK di desa ini melakukan pemantauan 10-20 rumah. Sehingga saat ada sesuatu langsung dapat terdeteksi dan langsung dicarikan solusinya,’’ ungkapnya.
Bukan itu saja, PKK juga terlibat langsung dalam kegiatan, tidak terkecuali dalam layanan kesehatan yaitu Posyandu. Seluruh anggota PKK ini memantau semua hal yang ada di Posyandu. Tidak terkecuali jika ada balita yang memiliki tinggi badan tidak seperti temannya yang lain. ”Apakah itu stunting, ya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan itu merupakan ranah dari Dinas Kesehatan,’’ tambahnya.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi mengatakan, masalah stunting menjadi tanggung jawab bersama. PKK yang menjadi mitra kerja pemerintah harus terlibat langsung dalam penyelesaian stunting.
”Melalui program dasa wisma ini, para anggota melakukan pemantauan dan pencegahan. Pencegahan itu dilakukan sejak dini, bahkan kepada remaja putri. Mereka harus betul-betul mempersiapkan kesehatannya. Sehingga saat menikah dan hamil wanita pun dapat memenuhi nutrisi bayi dalam kandungannya,’’ terangnya.
Termasuk saat sang buah hati lahir, dikatakan Anis sang ibu harus memperhatikan asupan gizi. Tidak hanya untuk dirinya, tapi juga buah hatinya. ”Setiap kali kami pertemuan, program penyelesaian dan pencegahan stunting inilah yang terus kami hembuskan. Dengan begitu, para anggota pun paham, dan saat ada kasus stunting anggota PKK bisa langsung dapat melangkah,’’ urainya. (ira/aim)



Loading...