Malang Post - Berat Badan Anak Susah Naik: Mengapa dan Bagaimana Solusinya?

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Berat Badan Anak Susah Naik: Mengapa dan Bagaimana Solusinya?

Kamis, 27 Feb 2020

Apakah para Bunda kerap menjumpai si kecil mengalami penurunan berat badan, berat badan tetap atau justru susah naik? Jika iya, para orang tua tidak perlu khawatir atau panik terlebih dahulu sebab ada beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut.
Namun sebelum membahas tentang penyebab dan cara meningkatkan berat badan balita, sebaikya perlu diketahui berapa seharusnya kenaikan berat badan si kecil setiap bulannya. Berdasarkan Kartu Menuju Sehat (KMS) si kecil yang terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), terdapat kolom Kenaikan Berat Minimal (KBM). KBM adalah standar kenaikan berat badan minimal balita dilihat berdasarkan jenis kelamin dan pertambahan usia balita. Sehingga untuk melihatberapa seharusnya berat badan balita perlu diperhatikan KBM sebagai target minimal kenaikan berat badan si kecil untuk setiap bulannya.
Secara umum berat badan balita tidak naik dapat disebabkan karena balita sakit, adanya masalah dalam pemberian atau kebiasaan makan, kurangnya asupan makan atau kombinasi antara ketiganya. Apabila dilihat berdasarkan usia balita, penyebab tidak naiknya berat badan anak adalah pertama untuk usia 0-6 bulan bayi tidak diberikan ASI Eksklusif dan adanya penyakit infeksi.
Kedua, untuk usia 7-12 bulan ibu terlambat mengenalkan makanan padat, ibu kurang paham jumlah, jenis, variasi makanan, cara pemberian makanan, masalah gigi dan mulut, adanya alergi makanan atau penyakit infeksi.
Ketiga, untuk usia  di atas 12 bulan anak memiliki kebiasaan makan yang kurang tepat, faktor sosial ekonomi, keterbatasan dalam menyediakan makan, ibu kurang paham jumlah, jenis, variasi makanan yang diberikan, adanya alergi makanan atau penyakit infeksi.
Dari paparan di atas perlu diketahui bahwa sangat penting untuk mengetahui penyebab si kecil sulit atau tidak naik berat badannya. Apabila sudah diketahui penyebabnya maka sebagai orang tua dapat menentukan solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam meningkatkan berat badan anak. Pertama, pemberian makan bayi dan anak secara tepat. Yakni berikanlah anak bentuk makanan sesuai tahapan usianya. Selain itu, harus diperhatikan juga frekuensi makan, jumlah atau porsi makan si kecil. Lihatlah buku KIA untuk mendapatkan informasi lengkap!
Berdasarkan pertambahan usia, bagi bayi berumur 0-6 bulan cukup diberikan ASI saja, usia 6-8 pemberian ASI diteruskan dan ditambah makanan yang bertekstur lumat dan kental serta berikan 2 sampai 3 kali bertahap dengan jumlah 6-8 sendok makan. Kemudian pada usia 9-11 bulan pemberian ASi diteruskan, diberi makanan dengan tekstur makanan cincang, cacah, atau potong dengan jumlah tiga kali bertahap 9-11 sendok makan. Selanjutnya pada usia di atas 12 bulan ASI tetap diberikan lalu ditambah makanan seperti orang dewasa, makan sebanyak 3 smapai 4 kali sebanyak 1/3 – ½ porsi makan orang dewasa dan 1-2 kali selingan.
Kedua yang perlu diperhatikan adalah waktu makan. Untuk dapat meningkatkan berat badan anak butuh makan sering. Pada bagian ini hindarilah memberi camilan atau jajajan  dan susu saat sudah dekat (1 jam) sebelum makan utama. Buatlah  jadwal makan dan camilan sehingga anak terbiasa dengan memiliki pola makan teratur setiap harinya. Selain itu  sebaiknya usahakan waktu makan tidak terlalu lama, 15 menit sudah cukup untuk makan usia balita.
Ketiga, perilaku makan. Ciptakan suasana yang menyenangkan saat makan, sang bunda harus mempelajari sikap anak ketika sedang lapar atau kenyang, serta pelajari juga apa yang disukai dan tidak. Upayakan untuk menghindari pertengkaran saat makan dengan si kecil juga sangat dianjurkan, jangan mengancam, menghukum, dan memaksa anak untuk makan. Sebaiknya berikan pujian untuk si kecil agar tetap mau makan.
Keempat, lingkungan makan yakni mengusahakan anak untuk makan bersama anggota keluarga di meja  makan sangat disarankan agar si kecil dapat mempelajari kebiasaan makan yang baik. Selain itu, sang bunda sebaiknya membatasi hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anak saat makan, misalnya TV, gadget, mainan dan lain sebagainya.
Kelima yakni bahan makanan. Makanan anak dianjurkan adalah sumber makanan pokok, protein nabati-hewani, sayuran, buah, susu dan sumber lemak. Penambahan susu, keju, mentega/margarine, minyak kelapa ke dalam makanan yang dikonsumsi balita dapat meningkatkan kepadatan kalori serta berguna untuk menambah berat badan balita.
Susu atau keju dengan jumlah 25 kkal per sendok makan dapat ditambahkan ke kentang, nugget, pudding, kue yang diolah sendiri oleh ibu. Sedangkan untuk mentega/margarine/minyak kelapa 40 kkal per sendok teh dapat ditambahkan pada nasi, kentang, kue, menumis sayuran atau susu yang diberikan pada anak.
Bahan makanan yang harus dibatasi adalah makanan yang digoreng seperti kerupuk, keripik, dan kacang tanah. Minuman atau makanan yang manis seperti es sirup, dodol, soda, cokelat juga perlu dibatasi karena selain menyebabkan kerusakan gigi juga membuat anak menjadi susah makan karena cepat merasa kenyang. Hindari anak dari jajanan tidak bersih karena menyebabkan diare.
Nah bunda, dari informasi di atas semoga dapat memberi gambaran terkait kenaikan berat badan minimal balita, penyebab serta cara mengatasi saat anak sulit naik berat badannya. Mari perhatikan kenaikan berat badan anak karena anak sehat, tambah umur, tambah berat dan tambah pandai!(*)

Oleh: Hiya Alfi Rahmah, S.Gz., MPH
Mahasiswa Program Studi Profesi Dietisien Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran UB

Editor : Redaksi
Penulis : Hiya Alfi Rahmah

  Berita Lainnya





Loading...