Berantas Stunting, Pemkab Libatkan 16 OPD | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 462 , Udi, ira

MALANG – Tidak hanya angka kemiskinan yang ditargetkan pemerintah Kabupaten Malang turun hingga satu digit. Kasus stunting pun demikian. Pemkab Malang mentargetkan tahun ini, kasus stunting di Kabupaten Malang harus turun menjadi 1 digit. Untuk mencapai angka tersebut, beragam upaya dilakukan. Salah satunya dengan melibatkan 16 organisasi perangkat daerah (OPD), serta menggandeng pihak terkait.
”Saat ini kami bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk bidang kesehatan. Kami berharap angka stunting di Kabupaten Malang dapat ditekan, dan angkanya menjadi datu digit,’’ kata Plt Bupati Malang H M Sanusi.
Saat ini, lanjut Sanusi, angka stunting di Kabupaten Malang dibawah angka 20 persen, atau tepatnya berada di angka 16.1 persen. Angka itu diketahui dari data bulan Februari 2019. Sejak saat itu Pemkab Malang tidak pernah diam, dan terus melakukan upaya penurunan.
Menurut Sanusi, stunting tidak hanya disebabkan karena kekurangan gizi, atau gizi buruk. Tapi stunting juga dipengaruhi banyak faktor. Tidak terkecuali sarana air bersih yang tidak memadai termasuk sanitasi. ”Itu sebabnya, dalam menyelesaikan stunting, ada 16 organisasi perangkat daerah yang dilibatkan untuk mengatasi. Harapannya, pada akhir tahun nanti, angkanya turun, menjadi satu dugit,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto menambahkan, jika tahun 2020 mendatang, pihaknya sudah menyiapkan grand design untuk menanggulangi stunting. “Selain mengajak OPD terlibat, untuk menekan angka stunting ini, kami juga melibatkan pemerintah dan masyarakat desa,’’ ujarnya.
Dengan melibatkan mereka, keberhasilan menekan angka stunting diharapkan berhasil. Dijelaskan mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kabupaten Malang ini, bahwa ada 20 unsur yang harus ditangani guna menekan angka stunting. unsur-unsur tersebut akan dibagi kepada seluruh OPD dan pihak-pihak terkait lainnya.
”Desa nanti juga memiliki peran menekan angka stunting. Mereka wajib memasukkan penekanan angka stunting ini di RPJMDesa. Karena stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tapi juga menjadi tanggung jawab semua. Karenanya, semuan harus terlibat,’’ paparnya.
Sementara ini, Pemkab Malang sedang fokus melakukan penanganan stunting di 10 desa di Kabupaten Malang, yaitu Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir, Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak, Desa Dilem Kecamatan Kepanjen, dan Desa Pandanrejo Kecamatan Pagak, Desa Codo Kecamatan Wajak, Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo, Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis, dan Desa Madiredo Kecamatan Pujon, dan Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari, serta Desa Dalisodo Kecamatan Wagir. ”Kami bergerak terus dan melakukan sosialisasi. Harapannya, melalui program pengentasan stunting, angka stunting di Kabupaten Malang dapat ditekan,’’ tandasnya. (ira/udi)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...