Berani Melewati Proses | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 993 , bagus, sisca

Alif Fanharnita Briliana
Mau berproses. Menjadi satu prinsip Alif Fanharnita Briliana, gadis yang baru saja dinobatkan menjadi Mbakyu Kota Malang Tahun 2019. Ketika hendak ikut Kakang Mbakyu Kota Malang tahun ini, ia mengakui sempat minder. Namun ia memutuskan untuk berani mengambil kesempatan dan ikut ajang tersebut.
“Saya bisa dibilang sendiri. Latar belakang saya perawat. Jarang tahu soal modeling atau teknik berkomunikasi,” jelasnya. 
Ia sempat diminta untuk tidak mengikuti kontes ini karena tidak dianggap tidak berlatar belakang yang sesuai dengan acara tersebut. Skill keperawatannya dianggap tidak bisa berkompetisi dengan mereka yang berlatar komunikasi atau punya basic modeling.
Akan tetapi bukan, Alif, sapaan akrabnya, ketika begitu saja menyerah. Ia memiliki keyakinan bahwa proses dan usaha serta kemauan kuatlah yang menjadikan seseorang berhasil. Dan itulah yang didapatkan gadis kelahiran tahun 1995 ini. 
“Saya yakin, saya mau berproses. Walaupun saat itu saya harus mendadak belajar make-up, modeling sampai table manner. Biasanya saya pegang peralatan perawat,” ungkap Alif kepada Malang Post kemarin. 
Dengan modal itulah, alumnus SMAN 28 Jakarta ini maju dan kemudian mengikuti segala proses yang ada dalam kompetisi. Ia merasa bersyukur dari proses yang dilewati mendapatkan pelajaran banyak. Ilmu yang sebelumnya belum diketahui ia dapatkan dengan cuma-cuma.
Belum lagi, ia mendapatkan teman-teman baru untuk bertukar ilmu. 
“Ya itu, harus berani ambil kesempatan dan mau berproses. Yakin dengan diri sendiri dan usaha,” ungkap mantan Finalis Duta Anti Narkoba Kota Malang tahun 2016 ini.
Sementara itu karena sudah menyandang Mbakyu 2019, Alif memiliki misi sendiri terkait perkembangan Kota Malang khususnya di bidang wisata. Ia akan melakukan kegiatan yang mengedepankan peran muda-mudi Kota Malang dengan memaksimalkan media sosial. 
Rencananya akan dibuat kompetisi Instagram Video dan kompetisi foto media sosial. Yang temanya adalah mempromosikan wisata, heritage, kuliner hingga budaya Kota Malang.
“Karena saat ini siapa sih yang tidak punya gadget. Siapa yang tidak main gadget? Tetapi kita ingin bagaimana media sosial bergerak menjadi sarana promosi wisata kita. Dan anak muda dapat digerakan pula,” tegasnya.
Dengan itu diharapkan promosi wisata Kota Malang dengan cepat dapat tersebar. Dapat lebih banyak diketahui orang secara luas. Dan yang terpenting, alumnus S1 Perawat Universitas Brawijaya Malang ini menegaskan kesadaran wisata warga Malang bisa semakin meningkat.(ica/ary)
 



Kamis, 14 Nov 2019

Temukan Passionmu

Kamis, 14 Nov 2019

Suka Pengalaman Baru

Kamis, 14 Nov 2019

Antara Pendidik dan Penyanyi

Loading...