Beraksi di 12 TKP, Waktunya Jelang Maghrib - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 1269 , halim, agung

Para pelaku curanmor yang diamankan serta barang buktinya.

MALANG - Lima pelaku curanmor yang ditangkap gabungan Unit Reskrim Polsek Gondanglegi dan Buser Satreskrim Polres Malang Rabu (16/10), selama ini sudah dalam daftar pencarian orang (DPO). Hasil pengembangan polisi, mereka lebih dari 12 kali beraksi.
"Selain beraksi di wilayah Kecamatan Gondanglegi, mereka juga pernah mencuri di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Bululawang, Pagelaran, Turen, Bantur, Kepanjen serta Dampit," jelas Kapolsek Gondanglegi, AKP Agus Siswo Hariadi.
Setiap kali beraksi, mereka selalu bersamaan. Modusnya keliling mencari sasaran. Begitu mendapat sasaran, mereka lalu berbagi tugas. Ada yang mengawasi dan menjadi eksekutornya. "Berdasarkan pengakuan para pelaku, sasaran motor yang dicuri adalah yang diparkir di teras rumah. Aksinya dilakukan siang hari dan menjelang Maghrib," ujar mantan Kapolsek Kalipare ini.
Sementara itu, Edi Yulianto alias Bebek, otak komplotan curanmor ini mengatakan, dia mendapat ilmu mencuri motor dari temannya di Surabaya. Dia belajar selama beberapa bulan, baru setelah ahli beraksi di wilayah Kabupaten Malang dengan mengajak empat pelaku lainnya.
Motor hasil curian, menurutnya langsung dijual kepada penadahnya. Harganya rata-rata mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta, tergantung jenis serta kondisi motor hasil kejahatannya. "Uang hasil penjualan langsung kami bagi rata. Uangnya habis saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga," ujarnya.
Akibat perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya di atas 7 tahun kurungan penjara. "Selain kasus curanmor kami juga mengembangkan kasus narkotikanya. Pasalnya, saat ditangkap salah satu pelaku juga kedapatan membawa 100 butir pil koplo jenis dobel L," lanjut Agus Siswo Hariadi.(agp/lim)



Loading...