Bentor Diseruduk Mobil, Guru Besar UM Tewas | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 11 Jan 2020,

MALANG - Dunia pendidikany tinggi di Malang berduka. Guru besar Universitas Negeri Malang, Prof Dr Gunadi Harry Sulistyo MA, 61, dan istrinya, akademisi UIN dan Unmer Malang,  Dr Dra Kun Aniroh SST Par MM MPd, 61, tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan  jurusan Gombong - Banjarnegara Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat malam.
Mereka berdua, sedang menjadi penumpang becak motor, saat ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil Kia, nopol AA 9447 RD.Lalu,  diseruduk dari depan oleh Daihatsu Ayla nopol B 2962 STM, Jumat malam (10/1), pukul 19.10 WIB. Keduanya langsung tewas di lokasi kecelakaan.
Peristiwa tragis ini terjadi di depan terminal bus Gombong, Desa Semanding, Kecamatan Gombong. Dari informasi yang dihimpun, bentor melaju dengan kecepatan rendah, ketika mobil Kia yang dikendarai Yohanes Tony, 31, warga Gombong, melintas dari arah selatan ke utara.
Diduga karena kehilangan kendali kemudi, mobil ini menabrak bentor dari belakang. Akibatnya, bentor keluar dari jalur normal, dan terpelanting ke jalur berlawanan. Saat inilah, mobil Ayla yang dikemudikan oleh Silvia Eveline, 44, warga Gombong, melintas dari arah berlawanan, lalu melindas bentor ini.
Gunadi dan Kun Aniroh, tewas seketika. Kanit Laka Satlantas Polres Kebumen Iptu Ratimin mengungkapkan bahwa kecelakaan diawali dari mobil Kia yang menyeruduk bentor dari belakang. Tukang becak motor, Isbudianto, 57, mengalami luka parah pada kepala, tangan dan kaki.
Ucapan duka dan belasungkawa mengalir dari kalangan akademisi, mahasiswa serta kolega Gunadi dan Kun Aniroh. Akun Instagram resmi UM, langsung mengabarkan berita duka atas meninggalnya Gunadi. Ifa Nursanti, Kasubbag Humas UM, membenarkan tentang kabar tersebut.
“Benar, keluarga besar UM mengucapkan dukacita dan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk almarhum dan almarhumah, semoga amal ibadah diterima Allah SWT, dan segala kesalahannya dimaafkan, amin,” papar Ifa dikonfirmasi Malang Post, Sabtu siang. Menurutnya, sosok Gunadi sangat humoris dan ramah.
Karena, Ifa pernah satu ruang kerja dengan Gunadi saat berdinas di Kepegawaian UM. Ifa pun tak menyangka bakal mendengar kabar ini dan mengaku masih tak percaya, Koordinator Program Studi Keguruan Bahasa Pascasarjana UM ini sudah tiada. Gunadi didapuk dan dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Sastra pada 2016.
Sepanjang karir akademisinya, Gunadi telah menulis banyak buku dan jurnal akademis. Dari data Google Scholar, karyanya yang paling banyak dikutip oleh jurnal akademis, adalah Reading For Meaning, tahun 2011. Tak hanya berkiprah dalam telaah doktoral maupun magister, Gunadi juga berkarya untuk pendidikan Bahasa Inggris usia dini.
Tahun 2008, dia bersama beberapa penulis lain, membikin Contextual Teaching and Learning: Bahasa Inggris Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini sesuai dengan spesialisasinya sebagai akademisi, yaitu bidang ilmu pengukuran dan evaluasi pendidikan Bahasa Inggris.
Sementara itu, Kun Aniroh memiliki ikatan tersendiri dengan Malang Post Korane Arek Malang. Tahun 2018, dia menjadi narasumber sekaligus pendukung materi table manner bagi para finalis Putri Kartini. “Bu Kun Aniroh pernah menjadi narasumber table manner untuk finalis Putri Kartini tahun 2018, lokasinya di Unmer Malang,” jelas Manajer Marketing Communication Malang Post, Noer Adinda Zaeni.
Sementara itu, Maghribi Tahta Nalendro Sakti, mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Malang angkatan 2015, mengatakan bahwa Kun Aniroh dikenal sebagai dosen yang mengayomi. Bahkan, sebelum kecelakaan, Kun Aniroh sudah berangan-angan, untuk mengirim para mahasiswanya di mata kuliah guiding and tourism, masuk pelatihan himpunan pramuwisata Indonesia.
“Supaya, anak-anak guiding bisa mendapatkan sertifikat legal guide. Tapi, belum kesampaian, ibu sudah meninggal. Bu Kun itu santai dan banyak guyon, tapi tanggap dalam menyelesaikan persoalan yang kami dapatkan dalam kuliah, orangnya mengayomi,” kenang Sakti, dikonfirmasi terpisah.
Rumah duka di Malang, ada di Desa Landungsari Rt. 01 Rw. 07 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Tapi, dari kabar yang dihimpun, jenazah keduanya dimakamkan di Muntilan, Jawa Tengah.(fino yudistira)

Editor : Redaksi
Penulis : Fino Yudistira



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...