Bengkel Mitra Ahass SMK Nasional Diresmikan | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 663 , rosida, imam

MALANG - Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko meresmikan Bengkel Mitra Ahass di SMK Nasional Malang. Sabtu (22/9) akhir pekan lalu. Peresmian bengkel juga disaksikan MPM Honda, Pengurus Yayasan Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta para guru dan siswa SMK Nasional. Pengadaan Bengkel Resmi Mitra MPM Honda merupakan sarana Teaching Factory yang dimiliki SMK Nasional, sebagai media pembelajaran.

Sofyan Edi Jarwoko selaku Wakil Wali Kota Malang mengapresiasi kemajuan pesat yang dicapai SMK Nasional. Ia mengatakan P2PUTN sebagai yayasan yang menaungi SMK Nasional  telah berkontribusi besar terhadap pendidikan di Kota Malang. Itu dibuktikan dengan program yang dijalankan sejak puluhan tahun yang lalu, melalui lembaga pendidikannya mulai jenjang SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi.
"Ini tidak mudah, tapi yayasan ini telah membuktikannya. Salah satunya SMK Nasional yang berkembang pesat," ucapnya.
Sofyan Edi mengungkapkan apa yang telah dilakukan SMK Nasional sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing lembaga. Maka dari itu salah satu syarat untuk mencapai tujuan tersebut harus berinovasi.
Keberadaan Teaching Factory harus dioptimalkan agar ilmu peserta didik yang didapat secara teori bisa seimbang dengan prakteknya.
"Karena harus ada sarana praktik, seperti bengkel untuk siswa teknik sepeda motor, supaya ilmu yang diperoleh benar benar bisa terimplementasikan dengan baik," imbuhnya.
Ia mengakui bahwa hingga saat ini konsep SMK Nasional sudah sesuai dengan program pemerintah daerah. Program yang pentahelix kolaboratif antara pemerintah dengan kalangan akademisi termasuk juga pelaku usaha. "Semoga SMK Nasional terus bisa berinovasi sehingga mampu mengangkat Malang sebagai kota yang inovatif, kreatif, di bidang digital technology," ungkapnya.
Ketua P2PUTN Ir. Kartiko Adi Widodo, MT., yang hadir dalam acara tersebut mengatakan Teaching Factory menjadi jawaban terhadap kesenjangan yang terjadi selama ini antara  lembaga pendidikan dan dunia implementasi. Termasuk keberadaan Bengkel Mitra Ahass yang kini telah dimiliki oleh SMK Nasional. "Dengan pendampingan oleh pihak industri melalui sarana TeFa ini, kami berharap kualitas lulusan SMK Nasional sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.
Menurutnya, untuk mencapai hasil optimal dalam sebuah proses pendidikan dibutuhkan sinergitas atau semangat kerjasama  yang terus menerus antara pemerintah, industri dan dan lembaga pendidikan. Melalui kebijakan regulasi, pemerintah bisa dengan mensupport dana, industri melalui pendampingan kerjasama dan kemitraan, serta peran sekolah sendiri dalam memperbaiki sistem pembelajaran.
Ia berharap TeFa berupa Bengkel Mitra Ahass di SMK Nasional menjadi sarana yang efektif dalam menjalankan tugas pembelajaran, sarana sertifikasi keahlian dan sarana kewirausahaan. "TeFa telah terwujud dan SMK Nasional semakin  siap menjadi sekolah unggul," ujarnya.
Acara pembukaan peresmian Bengkel Mitra Ahass SMK Nasional dimulai pukul 08.00 WIB, dengan pembacaan shalawat nabi, yang dilanjutkan dengan penampilan tari daerah oleh siswa SMK Nasional. Acara tersebut ditutup dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMK Nasional dengan MPM Honda, untuk kerja sama kedua belah pihak yang berkelanjutan. (imm/oci)



Loading...