MalangPost | Belum Ada Larangan Mudik

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Belum Ada Larangan Mudik

Selasa, 31 Mar 2020, Dibaca : 1524 Kali

MALANG - Bupati Malang HM Sanusi mengimbau warganya yang berada di luar daerah tidak mudik Lebaran tahun ini. Terutama warga yang tinggal di zona merah penyebaran Covid -19. Imbauan itu disampaikan dengan tujuan untuk menekan penyebaran virus Corona.  
“Tapi kalau memaksa mudik, maka mereka wajib  karantina selama 14 hari,’’ tegas Sanusi kepada Malang Post, kemarin. Ia mengatakan menerapkan karantina bagi pemudik selama 14 hari ini, untuk memastikan mereka bukan pembawa virus.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, tempat karantina memang disiapkan. Terutama bagi pendatang dan pemudik. “Jika yang bersangkutan ini berada di zona merah, dan pernah berhubungan dengan warga terpapar Covid -19 dia masuk dalam status ODR,” katanya.  


Di Kota Malang belum ada larangan secara tegas untuk pemudik. Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Senin (30/3) saat ditemui di Balai Kota Malang mengatakan tak melarang mudik tapi pemudik asal luar kota harus taat sejumlah aturan.
Begitu juga dengan mahasiswa yang selama ini kuliah di Malang."Mahasiswa silakan pulang ke daerah masing-masing. Tetapi ketika balik nanti harus ikuti protap pemantauan,” jelas Sutiaji.
Ia mengatakan tetap mempersilakan mahasiswa untuk pulang, asalkan ada semacam pemantauan ketika sudah kembali ke Kota Malang. Pemantauan ini dilakukan dengan mekanisme seperti pendataan.


Pendataan bagi mereka yang datang dari luar daerah utamanya kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Hal ini nantinya akan dilakukan di tingkat terkecil seperti RT dan RW di lingkungan pemudik tersebut.
 “Saya akan segera melakukan video conference (vidcon) dengan para rektor perguruan tinggi tentang kebijakan ini. Kami juga minta pihak kampus ikut terlibat dalam pemantauan. Teknisnya bagaiamana nanti kita rumuskan,” tandasnya.
Sutiaji menegaskan dirinya menghendaki supaya tidak ada pergerakan arus mudik yang besar. Ia juga berharap agar perguruan tinggi memanfaatkan kuliah daring untuk sementara waktu.


Di  Kota Batu juga tak ada aturan khusus yang membatasi pemudik pulang kampung. Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan mengatakan, belum ada larangan mudik. Tapi mulai Senin pekan lalu pihaknya sudah kerja sama dengan terminal tipe B kota Batu untuk pencegahan Covid-19.   (ira/ica/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi