Belajar Setinggi Langit

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Senin, 07 Okt 2019, dibaca : 522 , bagus, sisca

Bagi Dinda Rizqiyatul Himmah, pendidikan merupakan hal penting yang harus diraih. Selagi bisa, ada kesempatan maka harus dicapai setinggi-tingginya. Alumni SMAN 3 Malang (SMANTI) ini, menjadi satu dari empat muda-mudi peraih beasiswa  Netherlands Initiative for Capacity development in Higher Education (NICHE).
Itu adalah beasiswa dari pemerintah Belanda untuk menempuh studi master. Padahal ia baru saja menyelesaikan studi jenjang sarjananya hanya dalam kurun 3,5 tahun di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) tahun ini. Gadis yang akrab disapa Dinda ini menyampaikan awal mulanya bagaimana ia bisa meraih beasiswa tersebut.
Ia sudah diterima terlebih dahulu di Fakultas Hukum University of Groningen, Belanda dan sudah meraih LoA (Letter of Acceptance). Namun Dinda sendiri telah aktif pada berbagai kegiatan yang diadakan oleh NICHE sejak ia selesai menempuh ujian skripsinya pada Februari lalu.
Pada hari terakhir pendaftaran S2, ia sedang di Pontianak menjadi panitia seminar nasional tentang arbitrase internasional. Ketika itu ia nekad saja untuk daftar di Fakultas Hukum di University of Groningen, Belanda.
“Saya pikir akan lebih baik jika mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) terlebih dahulu agar bisa lebih meyakinkan institusi pemberi beasiswa saat saya apply beasiswa di kemudian hari," urainya kepada Malang Post.
Hingga akhirnya pada 22 Mei 2019 lalu, Dinda mendapat LoA dari Universirty Groningen, dan baru mulai memikirkan bagaimana mendapatkan beasiswa.
Kemudian, karena Dinda sebelumnya sudah banyak berpartisipasi di NICHE (melalui Bidang Studi Hukum Internasional FHUI yang bekerja sama dengan NICHE). Dinda diputuskan menjadi salah satu penerima beasiswa NICHE untuk menempuh studi master di Belanda.
"Karena partisipasi saya di BSHI FHUI selama kurang lebih hampir tujuh akhirnya BSHI dan pihak Project Manager NICHE di Belanda sepakat untuk memberikan beasiswa selama satu tahun penuh pada saya untuk melanjutkan studi S2 di University of Groningen," papar gadis kelahiran 1997 ini.
Ia menyampaikan juga sebagai fresh graduate, memperoleh beasiswa bukan lah sesuatu yang mudah. Diperlukan komitmen yang kuat untuk terus konsisten memperjuangkan bidang yang benar-benar ingin ditempuh.
Meskipun sempat ragu, karena mendapati berbagai macam pilihan, Dinda berjuang keras untuk fokus meraih mimpinya menjadi akademisi ekspert di bidang hukum.
 "Menurut saya pribadi, pengalaman yang cukup menantang dalam proses hingga akhirnya saya mendapat beasiswa tersebut adalah konsisten dalam mempertahankan komitmen,” tegasnya.
Lebih lanjut, rencana ke depannya usai menyelesaikan studinya di Belanda, ia ingin kembali ke Indonesia dan berkarir sebagai akademisi pengajar di FHUI. Tujuannya ialah mengabdi kepada almamaternya dan mengabdikan ilmunya bagi lingkungan dan bangsanya sendiri.(ica/ary)



Selasa, 22 Okt 2019

Aktif di Herky Ladies Band

Minggu, 20 Okt 2019

Belajar Menjadi Barista

Sabtu, 19 Okt 2019

Lebih Teratur dan Terjadwal

Loading...