Belajar Open Minded Dari Mahasiswa Asing | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Belajar Open Minded Dari Mahasiswa Asing

Jumat, 24 Jan 2020,

MALANG - Perbedaan kultur, preferensi politik dan ras, menjadi kesempatan bagi Amelia Nasyahta Putri, 21 Vice President AIESEC Universitas Brawijaya. Amel, sapaan akrabnya, mahasiswa asing yang datang ke Malang untuk volunteer AIESEC, memberi pandangan baru tentang pendidikan, kesetaraan gender dan berbagai isu kemanusiaan di seluruh dunia.

“Setelah sering berinteraksi dengan mahasiswa asing, saya merasa lebih open minded, terutama soal isu kesetaraan gender. Wawasan jadi lebih luas karena cerita soal budaya dari mahasiswa asing. Penting untuk jadi open minded, dan tidak berpikiran sempit,” jelas Amel kepada Malang Post.

Dia merasa pertukaran mahasiswa, membuatnya lebih bijak dalam memandang sebuah isu, serta tidak mudah menghakimi. Terutama, menilai sebuah isu dengan perspektif kultural yang jelas berbeda, antara orang Indonesia dan orang luar. Dia telah menerima tamu AIESEC dari berbagai negara, mulai dari Italia, sampai India.

Karena itulah, mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB ini mengaku belajar banyak. “Eropa tidak semuanya memakai sistem pendidikan modern. Contohnya saja, sistem pendidikan di Spanyol, itu sama dengan Indonesia, sangat text book, berbeda dengan Inggris,” tambah anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Wanita yang menekuni peminatan administrasi bisnis di kampusnya tersebut, mengatakan bahwa semua pengalaman belajar dan berinteraksi dengan mahasiswa asing, bermanfaat. Tak hanya mengetahui wawasan formal soal politik, sistem pendidikan, ekonomi serta sosial dari negara lain, dia juga bisa mengasah kemampuan komunikasi interpersonalnya.

Yakni, dengan berupaya memahami preferensi budaya dan kultur dari mahasiswa asing yang datang. “Contohnya saja, kalau dari Eropa, mereka lebih terbuka dalam berpikir dan berbicara. Mahasiswa dari India, itu pinter-pinter, tapi cenderung butuh bantuan beradaptasi dengan kultur di Indonesia,” sambungnya.

Amel melanjutkan, semua pengalaman yang dia raih selama berorganisasi dan menambah jaringan, adalah semangat independensi yang dia dapatkan dari ibunya. Dia ingin tumbuh menjadi wanita karir yang tak tergantung pada orang lain, termasuk pada suaminya kelak ketika sudah berumah tangga.

“Karena ibu saya sudah memberi contoh, wanita karir, tapi bisa urus rumah tangga dengan baik. Saya diajari untuk mandiri, dan menjadi wanita yang tak tergantung pada orang lain, termasuk pada suami nantinya,” ujar penggemar musik pop tersebut. Amel pun mengatakan, untuk menjadi mandiri, dia memakai prinsip keberanian dan tidak overthinking.

Dia mengambil kisah dari sebuah buku yang pernah dibacanya. Semua kemajuan, dan perubahan positif, kadang tersendat oleh overthinking. “Ga boleh overthinking, karena belum tentu apa yang ditakutkan itu bakal terjadi. Tapi, lebih baik melakukan tindakan preventif daripada overthinking,” tutup pemilik akun Instagram @nasyahtamelia ini.(fin)

Editor : Redaksi
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...