Belajar Menyenangkan Bersama Para Profesional | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 04 Okt 2019, dibaca : 501 , udi, imam

MALANG - Suasana baru dirasakan siswa-siswi SDIT Ahmad Yani dalam pembelajaran di kelas mereka, Jumat (4/10). Kalau setiap harinya diajar oleh guru, tapi kali ini berbeda. Ada polisi, chef, petani, jurnalis, dokter, desainer, bahkan ada barista dan youtuber yang menemani mereka belajar di kelas.
Para profesional dari berbagai bidang pekerjaan ini menjadi 'guru dadakan' di SDIT Ahamad Yani dan memberikan warna yang berbeda dalam pembelajaran. Kehadiran para profesional ini merupakan implementasi dari program kelas inspirasi yang dilaksanakan dengan konsep Islami. Program tersebut diberi nama Ruang Inspirasi Tabligh Amanah.
Tujuannya untuk membangun mimpi para siswa dengan cara mengenalkan kepada mereka tentang bermacam-macam profesi atau jenis pekerjaan. “Kami ingin anak-anak tidak takut memiliki mimpi yang besar dan cita-cita yang tinggi. Mereka harus berani berjuang untuk mewujudkannya,” kata Erna Widyasari, ST., selaku Korlap dan juga Bendahara Komite SDIT Ahmad Yani.
Walaupun dilaksanakan hanya satu hari, para siswa terlihat begitu antusias mengikuti pelajaran. Tidak sedikit diantara siswa yang bertanya dan mencoba beberapa perangkat pembelajaran yang digunakan oleh para inspirator. Misalnya saat penjelasan alat stetoskop. Satu persatu siswa mencoba alat kodekteran ini untuk mengetahui secara langsung cara penggunaannya. "Aku ingin jadi dokter,” ujar salah satu siswa kelas 1, dengan lantang dan dengan percaya diri maju untuk mencoba alat tersebut.
Konsep kegiatan Ruang Inspirasi Tabligh Amanah tidak hanya berfokus pada membangun mimpi saja, tetapi juga menekankan agar anak-anak memiliki akhlakul karimah. Maka setiap inspirator di sela materinya menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa.
Seperti yang dilakukan oleh Thiba Dina, seorang dokter saat mengajar di kelas 1. Selain menjelaskan fungsi alat kesehatan ia juga memberikan nasehat pada siswa. “Maka jagalah kesehatan, karena sehat itu penting. Jangan segan membantu orang lain yang sedang sakit,” katanya.
Demikian juga yang dilakukan oleh Kenny Hendriyanto, seorang barista handal dan cukup ahli dalam membuat kopi yang nikmat. “Membuat kopi itu dibutuhkan kesabaran, baik saat membuat atau meminumnya. Kalau kopi panas, jangan ditiup sesuai ajaran Nabi Muhammad. Karena kalau ditiup berbahaya bagi kesehatan,” terangnya sambil menyeduh secangkir kopi di depan siswa.
Hal yang sama dilakukan oleh para chef professional dari Kota Batu. Usai mengajar siswa membuat toping kue yang enak, mereka juga berpesan agar siswa SDIT Ahmad Yani menjadi siswa yang rajin dan berakhlak mulia. “Kalau ingin jadi chef seperti kami, jangan lupa salat, berbakti pada orang tua, bersikap jujur dan jangan takut untuk berbagi,” ucap Avida Laily salah satu dari tim chef.
Kepala SDIT Ahmad Yani, Mutini, S.Pd merasa senang dengan digelarnya kegiatan Ruang Inspirasi Tabligh Amanah. Menurutnya, program yang menghadirkan para profesional muslim tersebut dapat menginspirasi anak didiknya. “Anak-anak bisa mendapat pengalaman langsung dari para ahli, dan mempunyai gambaran untuk menentukn cita-cita mereka. Harapannya bisa berimbas pada semangatnya dalam belajar,” ujarnya. (imm/sir/udi)



Loading...