Belajar Menjadi Barista | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 20 Okt 2019, dibaca : 405 , vandri, fino

Pengalaman kerja sejak muda sangat penting bagi masa depannya. Tak hanya mengumpulkan pengalaman, kerja juga mengisi waktunya dengan cara yang bermanfaat dan menghasilkan.
“Berawal dari mengisi liburan kenaikan kelas, saya akhirnya coba-coba part time di kedai kopi,” ujar Ruci Primaharani.
Siswi SMAN 7 Malang ini mengungkapkan, awalnya dia kerja part time, Ruci ditugaskan menjadi kasir dan menghitung pemasukan kedai kopi. Tapi, semakin lama bekerja, semakin besar pula kepercayaan yang dia dapat.
Ruci sekarang belajar menjadi barista kopi. Karena, owner kedai kopinya segera membuka cabang baru. Ruci dipercaya untuk belajar menjadi barista supaya bisa melayani pembeli, dan tak hanya berada di balik meja kasir untuk mencatat pembukuan kedai.
Dari sinilah, gadis penggemar sastra dan puisi tersebut mendapatkan banyak ilmu. “Saya banyak dapat ilmu, mulai dari cara bikin kopi, menghitung uang dengan aplikasi, belajar akuntansi, belajar menjadi kasir, serta belajar menjadi server yang tanggap terhadap pembeli,” ujar Ruci.

Baca Juga : Belajar Sabar dan Bijaksana


Ruci memiliki alasan tersendiri untuk kerja part time di kedai kopi. Menurut pemilik akun Instagram @ruciimaharanii tersebut, waktunya memang sudah dihabiskan kegiatan belajar di sekolah. Namun, di sela-sela pekerjaan utamanya sebagai pelajar, Ruci ingin waktu luangnya bermanfaat.
“Saya kerja buat ngisi waktu luang, daripada sana sini nongkrong terus nganggur buang buang uang, mending kerja, buat nambah pengalaman, terus biar belajar cari uang saku sendiri juga,” sambung Ruci.
Dia merasa bekerja part time sejak muda bisa membuatnya siap menghadapi situasi profesional. Yakni menjalankan tugas secara bertanggungjawab, dan diperlakukan sama dengan orang lain, tanpa pandang bulu. Karena itu, Ruci merasa sudah bisa sedikit mengintip bagaimana kehidupan nyata di luar sana, saat orang berpeluh dan kerja keras demi mencari nafkah.
Karena itu, dia merasa senang bila pekerjannya mendapatkan apresiasi, serta mampu memberi dampak nyata bagi tempatnya kerja. “Saya tentu senang dan bangga, ketika dipuji oleh owner karena kerja saya bagus, serta pendapatan harian di kedai meningkat,” tandasnya.
Meski demikian, tentu saja dia kadang mendapatkan pengalaman berharga ketika membuat kesalahan di tempat kerja. Walaupun dimarahi, Ruci merasa pengalaman itu penting baginya untuk semakin dewasa dan beradaptasi dengan dunia kerja yang profesional.
Ruci menambahkan biasa membagi waktu untuk menjalankan pekerjaan utama sebagai pelajar dan sampingan sebagai part timer. “Cara ngatur waktunya, kan kerjanya mulai pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB. Nah kalo udah tau jadwal kerja jam segitu, berarti kegiatan selain kerja dilakukan waktu pagi atau siangnya biar tak ganggu kerjanya,” pungkas Ruci.(fin/van)



Kamis, 14 Nov 2019

Temukan Passionmu

Kamis, 14 Nov 2019

Suka Pengalaman Baru

Kamis, 14 Nov 2019

Antara Pendidik dan Penyanyi

Loading...