Belajar Budaya Indonesia, 18 Pemuda Australia Tinggal di Desa | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Des 2019,

MALANG – Kabupaten Malang menjadi salah satu tempat yang dikunjungi peserta Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) pada Jumat (6/12). Sebanyak 18  pemuda dan pemudi dari Australia mendatangi Pendopo Agung Kabupaten Malang, mereka diterima Bupati Malang H.M Sanusi.
Sanusi mengucapkan selamat datang, dan berterima kasih kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga yang memilih Kabupaten Malang sebagai salah satu tempat yang dikunjungi dalam program AIYEP. “Kami berharap ada banyak manfaat dari kunjungan ini. Para pemuda dan pemudi dari Australia ini dapat menularkan teknologi sekaligus mengajak masyarakat Kabupaten Malang untuk hidup bersih, terlebih tempat wisatanya,’’ katanya.
Dia mengatakan, jika di Australia, negaranya bersih dan penduduknya sadar akan kebersihan. Sehingga kehadiran pemuda dan pemudi dari Australia itu diharapkan memberikan pengaruh positif, terutama dalam hal kebersihan. "Alhamdulillah, Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah pertukaran Pemuda Australia - Indonesia atau AIYEP, dan Kabupaten Malang ditunjuk sebagai tuan rumah dalam Fase Desa," ungkapnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Supratomo mengatakan, program pertukaran pemuda Indonesia-Australia 2019/2020 merupakan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora dengan Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan. "Program ini ada dua bagian, yaitu Fase Kota dan Fase Desa. Kabupaten Malang terpilih untuk fase Desa," ucapnya.
Supratomo mengatakan, untuk peserta total berjumlah 36 orang. Mereka terdiri dari 18 pemuda Indonesia dan 18 pemuda dari Australia, usia peserta rata-rata 20-25 tahun. “Para pemuda yang menjadi peserta sudah menjalani seleksi. Tidak terkecuali dari Indonesia,’’ ungkapnya.
Semula mengikuti kegiatan ini, peserta akan melakukan kegiatan partisipatif, kepemimpinan, kegiatan kewirausahaan, kesukarelaan, dan kepeloporan. Karenanya, mereka akan tinggal di home stay. Tujuannya, agar dapat membaur dengan warga dan orangtua angkat serta dapat berbagi pengalaman. “Di Kabupaten Malang kegiatan AIYEP mulai Kamis (5/12) lalu, sampai 26 Januari 2020 mendatang,’’ tandasnya. (ira/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Ravika





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...