Begal Payudara Dijebloskan ke LP Lowokwaru | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 930 , halim, amanda

MALANG – Pasca upaya kasasi yang diajukan ke Mahkamah Agung kalah, Tatak Unggul, 26, harus pasrah terhadap hukum. Terpidana kasus ‘begal’ payudara ini dijebloskan ke Lapas Kelas I Lowokwaru oleh Kejaksaan Negeri Kota Malang.
Unggul merupakan warga Jalan Urip Sumoharjo Desa Larangan Kabupaten Sidoarjo. Dia tersangkut dugaan tindak pencabulan dengan korban pelajar SMA di Kota Malang pada 2016 lalu. Saat itu itu Unggul masih berstatus mahasiswa perguruan tinggi ternama di Kota Malang. Sebelumnya, Kejari Kota Malang melayangkan panggilan, namun Tatak tak datang memenuhi alias mangkir.
"Tim jaksa dipimpin Kasi Pidum Wahyu Hidayatulloh telah menjemput seorang narapidana atas nama Tatak Unggul dari tempat tinggalnya di Sidoarjo. Dia dipanggil, tapi tidak kooperatif. Kasusnya pada 2016 dan kini sudah kami bawa ke Lapas Lowokwaru," ungkap Kepala Kejari Kota Malang Amran Lakoni kepada wartawan, Selasa (1/10).
Amran menyatakan penjemputan paksa dilakukan berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung karena yang bersangkutan telah divonis hukuman penjara 2 tahun 6 bulan dengan denda Rp 100 juta, subsider 1 bulan kurungan penjara.
"Dia (Tatak) sebelumnya divonis PN Kota Malang atas kasus pencabulan dengan hukuman 1 tahun 6 bulan. Tetapi, dia melakukan banding ke Pengadilan Tinggi dan divonis 10 bulan penjara," terang Amran.
Tidak berhenti di situ, Tatak kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. "Ketika ajukan kasasi ke MA, dia diputus 2 tahun 6 bulan. Mulai kemarin, terpidana menjalani hukuman dengan dipotong tahanan 10 bulan yang telah dijalani," tandas Amran.
Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) Isye Sufradani menuturkan perkara tersebut terjadi pada 25 Februari 2016 lalu. Saat itu terpidana yang masih mahasiswa melakukan dugaan pencabulan dengan jadi 'begal' payudara. "Ketika melakukan aksinya di Jalan Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, terpidana melakukannya dengan mengendarai motor yang kemudian meremas payudara anak-anak SMA yang sedang pulang sekolah dengan jalan kaki," tutur Isye terpisah.
Dia melanjutkan, setelah memegang payudara korban, pelaku langsung kabur mengendarai motor. Namun korban ada yang mengetahui dan menghafal plat motor pelaku saat itu. "Sehingga korban melapor dan akhirnya diproses," tegas Isye.
Dalam penyidikan terungkap, Tatak sudah beberapa kali melakukan tindak pencabulan yang mengakibatkan korban mengalami gangguan psikis, bahkan trauma hingga tak mau sekolah. Tatak pun dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.(tea/lim)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...