BBKP Bakar Kiriman Benih Ilegal Dari 11 Negara

Jumat, 18 Oktober 2019

Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 402 , udi, fino

MALANG – Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya wilayah kerja Bandara Abd Saleh, memusnahkan 83 paket benih dari berbagai negara yang masuk ke Malang. Pemusnahan dilakukan di kantor BBKP Pakis, Senin siang. Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi menyebut pemusnahan paket itu tak lepas dari upaya preventif penyebaran virus dari benih luar negeri.
“Maraknya penggunaan transaksi online menjadikan jasa pengiriman Kantor Pos dan lainnya, berpotensi kedatangan paket berisi barang atau komoditas ilegal. Kami bersama Kantor Pos Malang menemukan 83 paket berisi benih tapi tidak disertai dokumen,” ujar Musyaffak.
Paket berisi benih ini, terdiri dari benih tanaman hias atau bunga, sayur, buah-buahan utuh, serta tunas-tunas tumbuhan. Semua paket yang dimusnahkan, dikirim lewat kantor pos, periode Januari sampai Agustus 2019. Negara yang mengirim paket, berasal dari 11 negara. Yaitu, Cina, Amerika Serikat, Malaysia, Laos, Perancis, Swiss, Saudi Arabia, Taiwan, Thailand, Hongkong dan Singapura.
“83 paket yang dikirim ke Indonesia, tidak dilengkapi dokumen yang menjamin kesehatan dan sterilnya benih dari virus berbahaya. Kami sudah memberitahukan kepada pemilik untuk mengambil dengan persyaratan, tapi karena tak diambil, paket kami musnahkan dengan dibakar,” tambah Musyaffak.
Dia mengatakan, pemusnahan ini merupakan upaya memberi efek jera bagi oknum yang nekat memesan barang-barang berbahaya seperti benih tanpa dokumen kesehatan. Musyaffak berharap ekosistem dan kekayaan hayati di Jawa Timur serta Malang, tidak sampai diserbu hama penyakit tumbuhan dari luar negeri.
“Jumlahnya hanya belasan kilogram, tapi ketika benih-benih ini ditumbuhkan dan ternyata membawa penyakit, itu berbahaya bagi kekayaan hayati Indonesia dan Jawa Timur. Kalau sampai menyebar penyakit, Jawa Timur dan Malang sangat dirugikan oleh benih ilegal ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengungkapan benih ilegal tanpa dokumen jaminan kesehatan ini, berawal dari hasil pemeriksaan sinar x dari Bea Cukai di Bandara Abd Saleh. Saat memeriksa paket yang dikirim lewat Kantor Pos, petugas Bea Cukai mendapati ada benih mencurigakan. Karena tak bisa menunjukkan dokumen Phitosanitarry Certificate (PC serta surat izin pemasukan dari Kementerian Pertanian, paket-paket ini ditahan, sebelum dimusnahkan. (fin/udi)



Loading...