Bazaar Wisata Halal Libatkan Ponpes | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 564 , vandri, amanda

MALANG - Menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati Selasa (22/10) hari ini, Pemkot Malang menggelar ‘Bazaar Wisata Halal’ di sepanjang Jalan Gajahmada, Senin (21/10) hingga hari ini. Kegiatan ini sebagai salah satu ajang promosi pariwisata Kota Malang untuk memperkuat destinasi wisata halal.
Di sepanjang area bazaar, terdapat 60 tenda yang menawarkan pilihan belanja. Mulai dari makanan, minuman, kosmetik hingga pakaian. Sejak resmi dibuka, bazaar tersebut langsung mengundang antusias masyarakat yang langsung memburu beberapa produk.
“Kami menggandeng halal centre, organisasi keagamaan, stakeholder pariwisata hingga pondok pesantren (ponpes) untuk melakukan kegiatan ini,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ida Ayu Made Wahyuni.
Selain itu, untuk semakin memperkuat Malang Halal, pihaknya juga tengah melakukan sosialisasi sertifikasi halal bagi pelaku pariwisata. Saat ini, Pemkot Malang sedang mengajukan legalitas halal bagi 30 hotel dan restoran yang ada di Kota Malang ke LPPOM Provinsi Jawa Timur. "Kami melaksanakan sosialisasi sertifikasi halal bagi produk makanan khususnya oleh-oleh yang akan dikonsumsi wisatawan saat berkunjung ke Kota Malang,” kata dia.

Baca Juga : Aktif di Herky Ladies Band


Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, kegiatan tersebut juga dilakukan Pemkot Malang untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyiapkan sertifikasi halal. Terlebih, saat ini Pemkot Malang sedang menggencarkan Malang Heritage Destination. "Malang ingin membawa destinasi wisata halal untuk meningkatkan wisatwan yang datang baik dari mancanegara maupun wisatawan lokal sambil kedepan ingin mengangkat UMKM," jelas dia.
Sutiaji melanjutkan, berdasarkan aturan pemerintah pusat, sebagai jaminan produk halal, pada 17 Oktober 2019 lalu seluruh hasil usaha wajib tersertifikasi. “Kami ingin mendorong pelaku usaha. Baik makanan, minuman dan lainnya untuk mendaftarkan setifikasi halal. Sebab, dalam Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) sudah jelas diatur,” terangnya.
Orang pertama di Pemkot Malang ini menekankan, wisata halal yang dimaksud yakni menjamin setiap konsumen akan produk halal. Tidak hanya bahan makanannya, namun juga pada prosesnya. "Hal tersebut harus kita jelaskan dan sebarkan pada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman," lanjut dia.
Dengan adanya sertifikasi halal yang telah melalui berbagai prosedur, sebuah produk akan memiliki nilai tambah. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk halal, utamanya makanan dan minuman. "Ada jaminan bagi konsumen, bahwa makanan dan minuman yang diberi label halal itu benar-benar sesuai prosedur. Misalnya, ketika mencari bakso halal di Kota Malang, tidak hanya labelnya saja tapi prosedurnya terjamin," tandasnya.  (tea/van)



Loading...