Batal Beri Kuota Suporter PSS | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 24 Sep 2019, dibaca : 975 , parijon, stenly

MALANG – Drama suporter sempat terjadi di balik pertandingan antara Arema FC melawan PSS Sleman. Pendukung tim tamu, Brigata Curva Sud harus gigit jari dan tidak bisa hadir di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, setelah pihak keamanan melarang pemberian kuota dengan alasan menjaga kondusivitas pertandingan.
Padahal, sehari sebelumnya Panpel menyatakan memberikan kuota untuk tuan tim tamu, sesuai dengan permintaan Panpel PSS Sleman yang meminta kuota untuk suporternya. Melalui surat bernomor b/09/IX/2019/SatIntelkam Polres Malang, surat tersebut telah diterima Arema FC, Selasa pagi (24/9) Dalam surat tersebut, Polres Malang mempertimbangkan kericuhan yang terjadi di putaran pertama 15 Mei 2019 ketika terjadi saling lempar antara suporter PSS dan pendukung Arema. Bahkan, laga juga sempat dihentikan.
"Berkaitan dengan kejadian di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dan berita di Media Sosial bahwa suporter Arema FC (Aremania) akan membalas pada pertandingan Arema Fc vs PSS Sleman. Pada hari Selasa tanggal 24 September 2019 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang," tulis dari surat yang ditandatangani Wakapolres Malang, Kompol Anggun Dedi Sisworo, S.I.K, M.I.K.
Surat tersebut ditujukan kepada Panpel Arema FC. Di poin keempat, terdapat keputusan dari kepolisian. "Tidak menyediakan kuota tiket kepada suporter PSS Sleman," tegasnya.
Dengan demikian, Brigata Curva Sud (BCS) yang merencanakan away ke Malang, dilarang masuk ke stadion. Dari informasi yang viral di medsos, suporter PSS juga sudah sampai di Ngawi, namun dihadang pihak keamanan dan diminta putar balik, tidak melanjutkan perjalanan ke Malang. Padahal, sehari sebelumnya, Panpel Arema Abdul Haris menyampaikan tim tamu meminta kuota tiket untuk suporter dan Arema menyiapkan 2.250 lembar tiket untuk pendukung PSS.
Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris mengaku, pihaknya menjalankan intruksi pihak kepolisian agar kondusivitas  tetap terjaga. Ia pun telah menyampaikan secara resmi surat tersebut kepada Manajemen PSS Sleman agar juga ditindaklanjuti kepada pendukungnya.
“Yang kami pikirkan adalah mengamankan pertandingan. Sesuai dengan rekomendasi dari keamanan juga,” ungkap Haris.
Untuk itulah, Panpel akhirnya tidak memberikan kuota untuk suporter tamu. Sebab, Panpel juga tidak ingin ada kejadian yang bisa merugikan dan berujung denda. Pasalnya, hingga pekan 19 lalu, denda yang diterima Arema akibat pelanggaran suporter, yang sebagian besar terjadi di kandang sendiri, sudah mencapai Rp 620 juta. “Kami berharap Aremania datang dan memberikan dukungan yang positif,” tambahnya.
Hanya saja, saat laga usai, Aremania sempat memblokade bus yang hendak memboyong pemain meninggalkan stadion. Nyaris satu jam, mereka bertahan di depan ruang VIP.
Pihak keamanan akhirnya membawa pemain melewati sisi timur stadion untuk meninggalkan Stadion Kanjuruhan. (ley/jon)



Minggu, 01 Des 2019

Kemenangan Makin Jauh

Rabu, 27 Nov 2019

Tak Cukup Main Bagus

Rabu, 27 Nov 2019

Poin Penuh Atau Tergusur

Loading...