Malang Post - Bangun Stasiun Malang, Ada Sky Bridge dan Ramah Lingkungan

Kamis, 02 April 2020

  Mengikuti :


Bangun Stasiun Malang, Ada Sky Bridge dan Ramah Lingkungan

Rabu, 25 Sep 2019

MALANG – Pembangunan Stasiun Malang di sisi Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang akhirnya mulai dibangun. Selasa (24/9), PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan ground breaking pembangunan Stasiun Malang yang dilakukan Wali Kota Malang Sutiaji bersama pimpinan PT KAI.
Pembangunan tahap I Stasiun Malang itu dilakukan hingga delapan bulan ke depan dengan nilai proyek mencapai Rp 50 miliar. Corporate Deputy Director of Existing Bussiness Development PT KAI (Persero), Rochsjid Budiantoro mengungkapkan, pembangunan stasiun baru tersebut akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama, pembangunan Stasiun Malang sisi Timur dan pembangunan Sky Bridge. Dengan luas bangunan sebesar 2.086 meter persegi, luasan parkiran 7.826 meter persegi dan ukuran skybridge 6,5 X 72 meter. Pada tahap pertama ini, proyek tersebut akan dibangun dua lantai dengan total nilai proyek Rp 50 miliar. “Nantinya, bangunan tersebut bisa menampung kapasitas penumpang sebanyak 2.450 orang. Kami akan memberikan pelayanan yang maksimal dengan stasiun baru tersebut,” terang dia.
Menurutnya, selama ini, di stasiun yang lama (di Jalan Trunojoyo), para penumpang yang datang kesulitan lahan parkir. Sehingga, tak jarang menimbulkan arus kemacetan. Untuk itu, pada stasiun baru ini, pihaknya menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Sehingga, bisa mengurai kemacetan.
“Kami sudah melakukan studi andal lalin dan melakukan tata kelola lalu lintasnya. Nanti di kawasan stasiun lama tidak akan macet lagi,” terangnya.
Meski melakukan pembangunan stasiun baru, stasiun lama masih akan difungsikan seperti biasanya. Kedua stasiun tersebut akan terkoneksi dengan skybridge dengan pelayanan keselamatan dan bisa digunakan oleh difabel.
“Stasiun baru didesain menyerupai bentuk Gunung Putri Tidur dengan menggunakan konsep sirkulasi pengkondisian udara dengan sistem go green,” terangnya.
Nantinya, stasiun lama akan dioptimalkan untuk kereta jalur lokal. Sedangkan, untuk stasiun baru khusus untuk kereta yang melayani perjalanan jarak jauh. “Sejauh ini, kami melayani 21 perjalanan. 11 perjalanan jarak jauh dan sisanya kereta api lokal. Kami akan melakukan pengembangan sesuai dengan perkembangan penumpang dan fasilitas penunjangnya,” jelas dia.
Pembangunan stasiun sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Sebab, stasiun kereta api Malang merupakan kereta api kelas besar tipe A. Bahkan, setiap tahunnya, jumlah penumpang terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data yang tercatat, tahun 2018 lalu, ada 1.787.286 penumpang. Jumlah tersebut naik sebesar 21 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya di angka 1.478.370. Sedangkan untuk tahun 2019, hingga periode bulan Agustus, tercatat sebanyak 533.409 penumpang. (tea/aim)

Editor : aim
Penulis : amanda

  Berita Lainnya





Loading...