Bangun Sinergi Untuk Kemajuan Ekraf | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 342 , aim, amanda

MALANG – Kota Malang bermetamorfosis menjadi pusat perdagangan dan jasa di Malang Raya. Ditunjang puluhan kampus ternama, serta geliat pariwisata dan industri kreatif yang makin diperhitungkan. Tidak heran, jika Kota Malang pada pertengahan tahun ini, dinobatkan sebagai kota dengan ekosistem ekonomi kreatif terbaik oleh Badan Ekonomi Kreatif (KaTa Kreatif).
Sebagai Kota Kreatif, Kota Malang tak henti menggencarkan upaya untuk mendongkrak ekonomi kreatif (Ekraf). Harapannya dari Kota Malang untuk Indonesia dan dunia. Salah satunya dengan menggelar Festival Mbois IV. Ini juga menjadi salah satu dari enam The Future of Malang, yakni Malang Creative.
Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, keberadaan ekraf di Kota Malang mampu memberikan dukungan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Harapan kami, bisa meningkatkan usaha mikro jadi usaha kecil. Dalam era revolusi industri 4.0 ini, mudah-mudahan bisa semakin kuat," papar dia.
Kegiatan ini juga bagian dari pengejawantahan misi Kota Malang yang kedua, yakni mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan.
Orang nomer satu di Pemkot Malang itu berharap, para pelaku usaha kreatif bisa mendapat dukungan dan pendampingan dari komunitas. "Teman-teman dari komunitas bisa beri pendampingan, baik dari packaging hingga mencari pasar," kata dia.
Sehingga, dia berharap, melalui Festival Mbois IV ini, para pelaku usaha kreatif bisa saling berkolaborasi untuk meningkatkan perekonomian.  Karena pertumbuhan industri kreatif terus meningkat. Saat ini, sudah ada 16 subsektor, diantaranya, aplikasi, game, video, kuliner, kriya, fashion dan masih banyak lagi.
 "Bagaimana caranya SDM bisa dikuatkan. Sehingga, bisa mengurangi angka pengangguran. Dari subsektor aplikasi dan game bisa menekan angka pengangguran hingga 4 ribu jiwa," kata dia.
Agar pertumbuhan ekraf terus meningkat, Pemkot akan melakukan pendampingan. "Salah satu caranya adalah dengan penguatan pentahelix," papar dia.
Pemkot Malang telah membuat roadmap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang subsektor prioritas dan unggulan melalui Perwali No 12 tahun 2018. Fokus strateginya melalui 3 substansi yakni, penyediaan infrastruktur, pengembangan ekosistem dan peningkatan pemasaran.
“Ekonomi kreatif dipandang mampu menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat, menjawab tantangan kota seperti penciptaan lapangan kerja dan implementasi smart city, serta menguatkan daya saing di era industri 4.0,” ungkapnya.
Selain itu, ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari 20 bidang kerjasama Malang Raya bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu yang telah dirumuskan bersama tiga kepala daerah di Malang Raya pada tahun lalu. (tea/aim)



Loading...