Bangun Keterbukaan dalam Keluarga | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 25 Des 2019,

Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si, perempuan kelahiran Pekalongan 22 Juni 1964 ini memiliki segudang aktivitas. Selain menjadi dosen Ilmu Pemerintahan UMM, juga menjabat Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Perjalanan Tri, sapaan akrabnya sebagai asesor dimulai tahun 2014 lalu dengan proses seleksi. Ia berhasil menjadi asesor program studi Ilmu Pemerintahan. Kemudian dipromosikan menjadi asesor instiusi perguruan tinggi.
Sejak saat itulah banyak pengalaman yang didapatkan termasuk melihat perjuangan dan pengorbanan dari para pengelola program studi perguruan tinggi di Indonesia. Yakni, untuk menjadikan lembaga tersebut agar mampu eksis, unggul, bersaing dan melahirkan lulusan terbaik dan dapat diterima publik. Terlebih bagi perguruan tinggi yang relatif terpencil dengan segala keterbatasan dan sumber daya.
“Menjadi asesor adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, selain melakukan asesmen juga pembinaan terhadap program studi dan Perguruan Tinggi asesi,” kata Tri.
Ketua IV bidang Pendidikan Dasar dan Menengah dan Hukum dan HAM ini dalam menjalankan pekerjaan harus benar-benar memperhatikan ketepatan, keobyektivan dan selalu terjaga. Menurutnya, lembaga program studi atau perguruan tinggi adalah lembaga pencetak SDM yang nantinya menentukan peradaban bangsa. Sehingga integritas sangat diperlukan, terlebih baginya tanggungjawab bukan hanya pada publik melainkan juga Allah SWT.
Tri memiliki jurus dalam menghadapi rintangan. Ia menjadikan tantangan sebagai peluang untuk tempat belajar, menimba ilmu dan menambah pengalaman. Bahkan juga pelajaran dalam mengambil keputusan dengan tepat dan bijaksana.
Ia melanjutkan, sebagai asesor BAN-PT, Tri kerap bepergian ke luar kota dan menghabiskan waktu di luar rumah. Semangat dan dukungan dari keluarga utamanya suami dan anak adalah kekuatan terbesar  dalam menghadapi segala medan jalan.
“Mereka sangat memahami tugas saya, selain itu saya juga harus bisa membagi waktu secara profesional yang terpenting membangun keterbukaan dari hati terhadap suami dan  anak-anak,” papar Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan periode 2009-2013 ini.
Di tengah kesibukannya sebagai asesor BAN-PT, Tri tetap aktif melakukan penelitian. Alumni S3 Administrasi Publik UB saat ini sedang meneliti tentang Collaborative urban governance dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai DAS Brantas.
Penelitian tersebut sudah berjalan sejak 2009 lalu dengan dan dari Kemenristekdikti melalui berbagai skema. Hasil kajian ini berupa Model CUG serta telah diterapkan oleh petani jeruk di Bumiaji Kota Batu.
“Penelitiannya dalam bentuk rekayasa sosial, komunitas masyarakat  petani jeruk diberdayakan dari aspek kelembagaan, pengembangan hasil produksi, pemasaran, dan inisiasi pembangunan desa wisata berbasis tanaman jeruk,” tandas Tri. (lin/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Linda



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...