Bangun 47 Hidran di 13 Desa, Distribusi Air Lebih Mudah

Jumat, 18 Oktober 2019

Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 390 , vandri, ira

MENGATASI kekeringan di Kabupaten Malang butuh penanganan terintegrasi. Semua instansi harus melakukan bersama-sama dengan konsep mengatasi persoalan. Salah satu contohnya pembangunan hidran di tempat umum. Fungsinya penyedia air bersih di kawasan yang alami kekeringan.

====
Hal tersebut seperti dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan. Perusahaan air minum milik Pemkab Malang ini melakukan penanganan kekeringan sesuai hasil koordinasi lintas sektoral. Selain melakukan pengiriman air, juga memasang  hidran umum. Strategi tersebut terungkap dalam diskusi rutin Malang Post, Jumat (4/10). Diskusi bertema ‘Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Malang’ ini dipimpin Direktur sekaligus Pemred Malang Post Dewi Yuhana. Sejumlah kalangan hadir dalam diskusi tersebut. Yakni Camat Pagak Hari Krisriyanto, Direktur Teknik Perumda Tirta Kanjuruhan M. Haris Fadillah, Kasi Trantib  Kecamatan Kalipare Arif Eko hingga  Sekretaris BPBD Kabupaten Malang Bagyo Setiono. Selain itu hadir juga Kasi Pengembangan Prasarana Air Minum Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang Sidharta Pagehgiri ST dan Camat Jabung, Hadi Sucipto.
Direktur Teknik Perumda Tirta Kanjuruhan, M Haris Fadillah mengatakan untuk memudahkan pasokan air, pihaknya membangun 47 hidran umum sejak Agustus lalu. Lokasi pembangunannya di 13 desa yang tersebar di enam kecamatan. Di masing-masing desa, jumlah hidran umum yang dipasang tidak sama. Mulai dari satu unit sampai lima unit.
“Untuk desa yang dipasang lima unit hidran umum, masing-masing Purwodadi di Kecamatan Donomulyo, Desa Sumberagung, Desa Ringinasri, keduanya berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Selain itu, di Desa Jabung, Kecamatan Jabung, serta Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung,’’ papar Haris.
Sementara di Desa Bandung, Kecamatan Sumberpucung, ditambahkan Haris dipasang empat unit hidran. Pemasangan hidran  yang banyak karena menilai di lokasi tersebut kondisinya betul-betul kering,  tak ada sumber air.
“Hidran yang dipasang ini berupa tandon air dengan ukuran tiga meter kubik. Ini memudahkan kami untuk mendistribusikan air bersih.  Sehingga tanpa perlu antre,’’ katanya.
Selain itu Perumda Tirta Kanjuruhan juga mengerahkan truk tangki. Kemana pergerakan truk tangki setiap harinya, dikatakan Haris,  menunggu koordinasi dengan BPBD.  
Kekeringan di wilayah Kabupaten Malang memang bukan hal yang baru. Terutama di wilayah Malang selatan, kekeringan terjadi setiap tahun pada musim kemarau panjang. “Faktor terjadi kekeringan karena alam. Malang selatan, berada di pesisir pantai memiliki struktur tanah keras atau jenis kars. Kondisi tanah ini tidak dapat menyerap air. Sehingga begitu musim kemarau maka selalu terjadi kekurangan air,’’ katanya.
Dia menyebutkan wilayah selatan yang selalu kekeringan saat musim kemarau di antaranya, Kecamatan Kalipare, Kecamatan Pagak dan  Kecamatan Donomulyo. Terdapat juga dua kecamatan lain seperti Sumbermanjing Wetan.
“Tidak mudah melakukan pengeboran air di wilayah dengan struktur tanah yang keras atau jenis batuan kars. Beberapa kali kami mencoba dan gagal,’’ ungkapnya.
Lantaran bukan hal yang baru, sebelum bencana kekeringan melanda, Pemkab Malang telah melakukan pemetaan daerah yang berpotensi terjadi bencana kekeringan. Dari pemetaan tersebut, ada 19 desa mengalami kekeringan. 19 desa itu tersebar di sembilan kecamatan. Yakni Singosari, Kecamatan, Kalipare, Kecamatan Pagak, Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Lawang, Kecamatan Jabung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumberpucung, dan Kecamatan Bantur.
Namun demikian, faktanya dari pemetaan tersebut ternyata jumlah desa yang mengalami kekeringan lebih banyak. Seperti di Kecamatan Kalipare. Di pemetaan potensi kekeringan hanya tertulis satu desa, yaitu Desa Putukrejo. Sementara faktanya kekeringan atau kekurangan air melanda di Sembilan desa. Yaitu di Desa Kalipare, Desa Sumber Petung, Desa Putukrejo, Desa Kaliasri, Desa Tumpakrejo, Desa Arjosari, Desa Kalirejo, Desa Arjowilangung, dan Desa Sukowilangun. Jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air itu disebutkan oleh Kasi Trantib Kecamatan Kalipare, Arif Eko yang hadir dalam diskusi.
Camat Pagak, Hari Krispriyanto menyebutkan, wilayahnya tidak lepas dari kekeringan. Yaitu di Desa Pagak. Sejauh ini kekeringan di desa tersebut mendapat penanganan cepat. Masyarakat mendapat suplai air dari BPBD Kabupaten Malang. “Suplai air bersih dari BPBD melalui berbagai unit yang dikoordinir. Seperti Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Ciptakarya, Perumda Tirta Kanjuruhan, PMI Kabupaten Malang  juga BPBD sendiri,’’ ungkapnya.
Untuk mendapatkan suplai air bersih, kata Hari, desa mengajukan permohonan. Dalam permohonan disebutkan lokasi secara detail. Termasuk jumlah kepala keluarga (KK) atau
jiwa juga harus jelas. “Surat itu ditujukan ke kami untuk kemudian kami teruskan ke BPBD. Harapannya, kami mendapatkan suplai air yang sesuai  kebutuhan," kata Hari. (ira/van/bersambung)



Loading...

  Follow Us