Bangga Ikut Misi Jaga Perdamaian PBB di Sudan

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Minggu, 22 Sep 2019, dibaca : 684 , aim, linda

MALANG - Praka Apri Rhamdani mendapat tugas selama satu tahun dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Sudan. Dia bergabung dalam Satgas Yonkomposit XXXV-D UNAMID. Tugas itu dilaksanakan mulai April 2018 hingga April 2019 lalu. Berada di wilayah konflik dengan ancaman terbesar dari kelompok Janjawed serta masih tingginya angka pemerkosaan, perebutan lahan dan penjarahan, tentu bukan hal yang mudah bagi pria kelahiran Bandung, 14 April 1989 ini.
Jumlah personil yang mengikuti Satgas PBB Unamid Darfur total berjumlah 800 orang dan 8 orang dari Yonko 464 Paskhas, termasuk Praka Apri. Kali pertama mendatangi Sudan, mereka disambut dengan badai pasir yang menyebabkan personil tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus menunggu bala bantuan 3 hari 2 malam.
"Saya masuk dalam tim Quick Reaction Force (QRF). Kegiatan rutin kami patroli ke kampung-kampung yang ada di Sudan sebanyak dua kali dalam sehari. Tantangan terberat cuaca, karena ketika kemarau panas sekali dan sebaliknya," ujar Praka Apri kepada Malang Post.
Satgas Yonkomposit XXXV-D UNAMID memiliki misi utama memelihara perdamaian di Darfur, Sudan di bawah bendara UNAMID. Selain itu, berupaya mengurangi tindakan kekerasan yang terjadi di daerah misi serta memantau perjanjian perdamaian (Darfur Peace Agreement/ DPA) antara pemerintah Darfur dengan para kelompok bersenjata.
Selama satu tahun di Sudan, Praka Apri sempat mengawal pelucutan senjata dari kelompok sparatis. Pengawalan tersebut dilakukan selama dua bulan.
"Perasaan saya saat itu sangat tegang, karena pelucutan senjata dari kelompok Janjawed dan disitu kelompok tersebut meminta imbalan ganti rugi serta dan meminta dijadikan warga negara Sudan," urainya.
Selama menjalankan misi tersebut, personil tidak bisa leluasa keluar seenaknya. Sebab ada kelompok sparatis yang sewaktu-waktu bisa menyerang. Bahkan anak kecil di Sudan tak memiliki rasa takut terhadap pasukan TNI.
Setiap patroli Satgas Yonkomposit XXXV-D UNAMID harus melengkapi dirinya dengan senjata lengkap. Pasalnya setiap perkampungan yang dilewati pasti ada segerombolan anak-anak maupun warga yang meminta makanan.
"Ketika tidak diberi makanan kami diserang, dilempari batu. Ada satu teman kami yang kepala dan bibirnya bocor karena terkena lemparan batu," jelasnya.
Anak-anak kecil di Sudan ketika tidak diberi makan akan mengejar mobil patroli personil. Hal tersebut terjadi hampir di semua perkampungan yang dilalaui. Tak cukup sampai di situ, beberapa di antara mereka juga mendatangi pos Super Camp milik Satgas Yonkomposit XXXV-D UNAMID untuk meminta makan, berpindah dari satu pos ke pos lainnya secara bergiliran, total ada 14 pos.
Namun, Praka Apri merasa bersyukur lantara masyarakat Sudan menerima kehadiran Satgas Yonkomposit XXXV-D UNAMID dengan sangat baik. Tidak ada pemblokadean jalan dan perjalanan selalu lancar termasuk ketika mengambil air maupun belanja mingguan meski dalam pengawalan ketat.
Selama menjalankan misi di Sudan juga kerap melakukan kegiatan bakti sosial, membangun masjid dan mengajarkan anak-anak untuk membaca dan menulis. Selain itu juga mengajari mereka tentang enterpreneurship cara mengolah makanan dan pemasarannya.
"Patroli kami ada dua jenis, patroli jarak jauh dan patroli jarak dekat. Saat kami patroli jarak jauh harus menginap karena jaraknya 20-30 kilometer. Di situ membawa bekal, tetapi karena banyak anak kecil yang diperjalanan meminta tak jarang kami berikan bekal yang dibawa," terangnya.

Pengalaman Praka Apri bergabung Satgas Yonkomposit XXXV-D UNAMID sangatlah berharga. Banyak suka dan duka. Selain menjalankan misi perdamaian dunia juga banyak hal yang diperoleh, termasuk bertukar budaya dengan negara lain.
"Karena dari 800 personil tersebut ada yang dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Nigeria. Kami banyak menampilkan seni dan budaya Indonesia termasuk tarian daerah Aceh, Pencak Silat dan lain sebagainya, menambah saudara yang terpenting," pungas bapak satu anak ini. (lin/aim)



Minggu, 20 Okt 2019

Ya Sepakbola Ya Karate

Loading...