Bangga Budaya Jawa | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 15 Des 2019,

CERITA rakyat khususnya dari tanah Jawa tak sekadar dongeng belaka. Tetapi, ada nilai moral yang terkandung di dalamnya. Setuju gak Genzier! Dongeng dan legenda Jawa ini dieksplore oleh Genzier yang merupakan jurnalis muda se-Malang Raya dalam acara Smarihasta Journalist Party (SJP).
Kali ini, SJP mengangkat tema The Abundance Morality Of Javatales. Acara diselenggarakan pada Jumat (12/12/19) di area sekolah.  Ajang ini ditujukan untuk ikut serta memeriahkan hari ulang tahun (HUT) SMAN 8 Malang yang ke 47.
“Kalau tahun lalu SJP bertema fantasi, sekarang lebih mangangkat konten dongeng-dongeng khas Jawa yang memiliki nilai moral di dalamnya. Karena tema besar HUT SMAN 8 juga memiliki tema besar tentang masa lampau,” jelas Jeastamika Jiansorifa Handoko Putri, ketua pelaksana SJP kali ini.
Masa lampau terutama di tanah Jawa ini konon memang menyimpan legenda luar biasa ya geng. Tak heran jika tema ini dipilih oleh Ekskul Bravo sebagai penyelenggara acara. Para aktivis ekskul ini ingin mencoba menampilkan sisi-sisi masa lampau, terutama lebih menyentuh kepada hal-hal yang berbau budaya di Jawa.
Dalam acara SJP terlihat sangat banyak peserta yang membanjiri tempat perlombaan. Keseruan lomba juga nampak ketika kru Genzi menyambangi  ajang SJP tersebut. Mulai dari keseriusan para peserta yang bahu-membahu ketika merancang mading tiga dimensi agar bisa menghasilkan karya-karya yang terbaik dan bisa memukau para dewan juri.  
Dalam even tersebut juga terlihat para illustrator muda yang sedang fokus membuat rancangan desain yang akan diperlombakan. Terlihat juga produk fotografi yang terpampang dengan rapi di depan gerbang masuk venue perlombaan. Perlombaan ini juga mempunyai macam-macam reward yang mengesankan loh.  
“Kami mengadakan perlombaan ini juga mengajak seluruh siswa-siswi SMP hingga SMA se-Malang Raya. Selain itu, hadiah seperti sertifikat, piagam dan piala juga diserahkan langsung ketika hari pada acara itu berlangsung. Tidak seperti tahun sebelumnya yang sertifikat dibagikan beberapa hari setelah acara berlangsung,” tambahnya.
Untuk ajang perlombaan SJP kali ini, tidak mempunyai perbedaan dalam segi kategori lomba. Tetap menggunakan empat macam kategori lomba yang tidak jauh dari ruang lingkup kerja jurnalistik pastinya dong. Mulai dari mulai dari Mading 3D, Fotografi, Desain Grafis dan Jurnalis. Menurutnya kegiatan ini juga untuk menampung kreatifitas para peserta di bidang jurnalistik, agar mempunyai wadah untuk berkarya calon-calon jurnalis muda.
“Karena Bravo sendiri menjadi salah satu ekstrakurikuler jurnalistik. Maka perlombaan juga untuk menjadi ajang untuk menampung kreasi-kreasi siswa-siswa di ranah jurnalistik,” terangnya saat diwawancarai oleh kru Genzi.
Salah satu panitia lain yaitu Aurora Rose Marie yang menjadi bagian dari divisi humas di SJP kali ini. Juga mengaku cukup puas dengan gelaran acara SJP kali ini. Walaupun sempat terkendala dengan diwarnai perbedaan pendapat antara panitia ketika rapat. Juga terkendala sempat minimnya pendaftar diawal dibukanya pendaftaran. Akan tetapi usaha keras para panitia membuahkan hasil dan banyak peserta yang mengikuti dengan antusias.
“Acara kemarin udah memenuhi ekspetasi, sebenarnya sempat khawatir bakal nggak ramai. Karena kan waktu pelaksanaan acara SJP ini bersamaan dengan banyaknya sekolah yang mengikut penilaian akhir semester. Tapi nyatanya kemarin acaranya berjalan lancar dan ramai pesertanya, jadi ya bisa dibilang melebihi ekspetasi malah hehe,” ujarnya sambil tersenyum. (*/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Genzi



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...