Bandungrejosari Raih Penghargaan Kelurahan Tangguh Benca | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 12 Okt 2019, dibaca : 180 , aim, amanda

MALANG – Oktober menjadi bulan prestasi bagi Kota Malang. Dari awal Oktober sampai dengan 10 Oktober tercatat ada tujuh prestasi yang diraih Kota Malang. Terbaru, catatan prestasi kembali bertambah pada HUT ke-74 Provinsi Jawa Timur, Kota Malang mendapatkan penghargaan Lomba Kelurahan Tangguh Bencana Provinsi Jawa Timur,  Sabtu (12/10).
Penghargaan diterima Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko di Gedung Grahadi, Surabaya yang diserahakan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan tersebut diperoleh Kelurahan Bandungrejosari sebagai kelurahan terbaik kategori madya untuk lomba Desa/Kelurahan tangguh tingkat Jawa Timur.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, penghargaan kelurahan tangguh bencana ini merupakan hasil kerja seluruh elemen masyarakat yang mulai sadar terkait kewaspadaan terhadap bencana alam. Apalagi, jika memasuki musim hujan atau cuaca ekstrim, beberapa titik lokasi di Kota Malang rawan banjir dan longsor.
 “Karena itu Pemerintah Kota Malang melalui BPBD terus berupaya dalam menciptakan kelurahan tanggap bencana agar masyarakat siap jika menghadapi kondisi bencana alam,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Bung Edi ini menambahkan, dengan adanya kelurahan tangguh bencana, diharapkan mampu memunculkan para relawan dari masyarakat. Serta, meningkatkan pemahaman mengenai kebencanaan. “Hal itu harus dilakukan sejak dini dan dari level paling bawah, supaya masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Harapan kami, kelurahan tangguh bencana bisa meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi dan kesiapsiagaan saat menghadapi bencana," pungkas dia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menambahkan, agar tujuan pembangunan bisa direalisasikan dengan baik, perlu sinergitas yang kuat antara pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah. “Pemerintah Provinsi mendorong kepemimpinan yang senantias hadir dalam menjaga kehidupan masyarakat yang kondusif,” kata dia.
Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, berbagai permasalahan di daerah, seperti bencana alam dan dinamika sosial dan lainnya merupakan dinamika perjalanan yang harus diselesaikan secara tuntas. Serta, solusi untuk penyelesaian masalah harus dilakukan secara matang.
“Semua itu membutuhkan kerjasama semua pemerintah daerah. Sehingga fokus pada satu tujuan, yakni terwujudnya Nawa Bhakti Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan tema besar pada HUT ke 74 Provinsi Jawa Timur yakni Semangat Nawa Bhakti Satya, Untuk Jawa Timur Maju Sejahtera,” papar dia. (tea/aim)



Loading...