Bahaya, Kondisi Fisik Jembatan Muharto Hanya 40 Persen

Senin, 21 Oktober 2019

Kamis, 03 Okt 2019, dibaca : 2136 , muhaimin, sisca

Dinas Perhubungan Kota Malang memasang portal agar kendaraan berat, truk dan bus tidak melintas di atas jembatan Muharto.


MALANG -  Kondisi  jembatan Muharto, Kota Malang sudah mengkhawatirkan. Dari hasil uji forensik Universitas Brawijaya, kondisi fisik jembatan hanya tinggal 30 sampai 40 persen. Di sisi kanan dan kiri jembatan, terdapat lubang yang membahayakan pengguna jalan karena pondasi sudah turun karena jembatan mengalami korosi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah melakukan upaya rekayasa lalu lintas dengan memasang portal agar kendaraan berat, baik bus atau truk atau kendaraan bermuatan lebih dari 3 ton dilarang melintas di atas jembatan.
Kepala Seksi Pengembangan Jaringan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Slamet Santosa menguraikan, jembatan tersebut mengalami korosi di bagian pinggir jembatan. Sebab, pondasi yang terbuat dari baja tersebut terkikis oleh air hujan. “Usia jembatan tersebut memang sudah tua. Berdasarkan data dari aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, jembatan tersebut terdaftar pada tahun 2001,” ungkap dia ketika ditemui Malang Post di kantornya, Kamis (3/10) kemarin.
Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pihak akademisi untuk melakukan perencanaan perbaikan. Sebab, perlu kajian khusus terhadap kondisi pilar jembatan, bisa bertahan hingga berapa lama. Jika memang sudah tidak memungkinkan, akan diganti total. “Namun, kalau memang masih sanggup menahan beban, kami akan mempertahankan dan mengganti lantai dan konstruksinya. Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut,” jelas dia.
Terkait anggaran pembangunan jembatan yang ada, pihaknya masih belum bisa berkomentar banyak. Tidak menutup kemungkinan, akan meminta bantuan dari pusat. “Kalau masuk APBD, akan mengikuti tahun anggaran 2021. Kalau meminta bantuan pusat, ada persyaratan yang harus dipenuhi dan didiskusikan. Kami masih menunggu arahan berikutnya,” kata Slamet.
Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso menambahkan, pihaknya sudah melakukan beberapa tahapan untuk melakukan identifikasi penurunan pondasi jembatan, mulai dari pilar jembatan hingga sembilan gelagar yang menjadi konstruksi bangunan jembatan itu. “Terkait jembatan ini, perlu segera adanya tindakan. Saya sudah memaparkan hal ini kepada Pak Wali (Wali Kota Malang),” imbuh dia.
Pria yang akrab disapa Soni itu menambahkan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan bantuan dari kementerian PUPR untuk membangun jembatan rangka baja, seperti yang ada di Jalan Soekarno-Hatta. “Kalau melalui APBD butuh waktu lagi. Untuk itu, kami akan segera lakukan koordinasi labih lanjut,” tandas dia.(tea/aim)



Minggu, 20 Okt 2019

Asap Supit Urang Hingga Wagir

Loading...