AWS dan IBM Jadi Partner KEK Singosari | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 573 , udi, fino

MALANG – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengingatkan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari untuk fokus pada center of excellence kawasan tersebut. Sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 68 tahun 2019 tentang KEK Singosari, Arief mengharap kawasan itu menitikberatkan pada pembangunan industri kreatif dan digital tourism.
“KEK Singosari harus mengambil center of excellence sesuai dengan PP 68 tahun 2019, yakni industri kreatif dan digital tourism,” ujar Arief di Museum Singhasari, usai peresmian KEK Singosari.
Dalam PP 68 tahun 2019, Presiden RI Joko Widodo sudah memaktubkan KEK Singosari agar bergerak di bidang pariwisata dan industri kreatif. Setidaknya, sudah ada dua partner yang bakal berkolaborasi untuk membangun KEK Singosari sebagai kawasan industri kreatif dan digital tourism. Amazon Web Service (AWS) dan International Business Machines (IBM) disebut oleh Arief siap menanamkan modal di KEK Singosari.
“Akan ada partner dalam membangun KEK Singosari, seperti AWS dan IBM untuk mewujudkan KEK Singosari sebagai industri gabungan antara tourism dan digital economy,” tandas Arief.
Dengan adanya perusahaan perangkat keras dan lunak serta perusahaan infrastruktur cloud computing seperti AWS, Arief yakin KEK Singosari bisa terstimulasi untuk menjalankan konsep sesuai PP 68 tahun 2019.
Untuk menyukseskan KEK Singosari, Arief Yahya siap mendukung usulan Pemprov Jawa Timur dalam internasionalisasi Bandara Abd Saleh. Sebab, menurut Arief, kawasan Malang sudah memiliki pasar wisatawan mancanegara (wisman). Terutama, wisatawan Eropa dan kawasan Asean. “Dari market sudah ada, harus manjakan wisman, dari ASEAN, Singapura, datang ke Malang. Saya mendukung usulan ini, itu bagus,” tambahnya.
Sementara, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyebut KEK Singosari dibangun untuk ‘menahan’ wisatawan mancanegara agar kerasan di Malang dan sekitarnya. “Data dari pemerintah pusat, wisatawan mancanegara, terutama Eropa, 14 hari ada di Indonesia. Dua hari di Borobudur, dua hari di Jawa Timur, 10 hari di Bali. Kami sudah rancang, supaya wisatawan Eropa yang datang ke Indonesia, bisa tinggal lebih lama lagi di Jawa Timur,” tutur Khofifah.
Sebab, kawasan Bromo Tengger Semeru yang dibuffer oleh KEK Singosari, akan menjadi andalan dan ikon wisata Jawa Timur. “Kami telah koneksikan pemerintahan di sekitar BTS, yaitu Malang Raya, Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan sudah selesai memetakan titik akses serta menghitung daya tampung eco turisme BTS, agar tetap asri dan terpelihara,” pungkas Khofifah. (fin/udi)



Loading...