MalangPost - AWAS! PENIPU BERKEDOK JUAL BELI ONLINE

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

AWAS! PENIPU BERKEDOK JUAL BELI ONLINE

Senin, 27 Jul 2020, Dibaca : 1107 Kali

Sikap hati-hati saat beli barang elektonik melalui pasar online dengan harga di bawah pasaran, wajib hukumnya. Karena itu bisa jadi akal-akalan pelaku kejahatan memancing calon korbannya. Ini dialami Hanum Rachma (18) mahasiswi warga Jl Mertojoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Awalnya, dia tertarik dengan iPhone 7 + 256 GB seharga Rp 2.990.000, lah kok malah menanggung kerugian Rp 6 juta.

Minggu (19/72020) malam, saat Hanum membuka instagramnya, saat itu muncul penawaran dari akun toko handphone yang promo. "Mengaku lokasinya di Jakarta. Ada sebuah penawaran HP iPhone 7+ 256 GB seharga Rp 2.999.000. Saya sempat tanya ke admin penjual kenapa harga iPhone itu murah. Dijawab karena sedang ada promo. Cara bicaranya sangat meyakinkan hingga saya percaya dan mentranfer Rp 2.990.000 ke rekening atas nama Sri Ratna Sari," ujar Hanum. 

Diluar dugaan, setelah proses tranfer tersebut, seorang pelaku mengaku bernama Putra Siregar menghubungi ponsel korban. Pelaku mengaku sebagai pemilik toko ponsel minta biaya administrasi Rp 3,9 juta. "Katanya untuk bayar biaya administrasi pengesahan segel di bea cukai. Dia juga mengatakan setelah administrasi selesai,  dalam 15 menit uang akan dikembalikan," ujar Hanum.

Seperti terhipnotis, Hanum percaya. "Saya sudah jelaskan kalau di rekening saya hanya tersisa Rp 2,2 juta. Kata pelaku disuruh tranfer saja, sisanya menyusul. Saya kemudian transfer Rp 2,2 juta ke rekening atas nama Satriadeng. Selanjutnya Rp 1,7 juta ke rekening Lius Yohari. Total uang pemblian dan administrasi yang saya tranfer sebesar Rp 6 juta," ujar Hanum.

Karena merasa telah transfer Rp 3,9 juta untuk biaya  administrasi buka segel, Hanum minta uangnya dikembalikan yang perjanjiannya hanya 15 menit. "Saya tagih. Ternyata saya malah dikirimi cek. Saya dikirimi foto cek yang ternyata editan. Malah tak lama kemudian ada yang minta transfer kembali Rp 11 juta. Saat itulah saya sadar kalau telah kena tipu," ujar Hanum. Karena tidak ingin menimpa orang lain dan berharap pelakunya ditangkap, Hanum pun lapor ke Polresta Malang Kota. "Semoga pelaku segera  berhasil ditangkap dan peristiwa ini tidak terulang kembali," ujar Hanum.

Editor : yan
Penulis : mmt