Awas ! 74 Narkoba Jenis Baru Beredar - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 588 , halim, agung

MALANG - Peredaran narkotika memang sulit dibendung. Apalagi jenisnya juga makin bervariasi. Badan Narkotika Nasional (BNN) mendata ada 899 narkotika jenis baru di dunia. Demikian disampaikan Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, Mohammad Choirul, Selasa (15/10).
Menurutnya, dari banyaknya jenis narkoba baru tersebut, ada sekitar 74 lebih sudah tersebar di Indonesia. Termasuk tidak menutup kemungkinan juga beredar di wilayah Malang Raya. "Data dari BNN pusat ada sekitar 899 narkoba jenis baru. Kami menyebutnya dengan istilah (NPS) New Psychoactive Substances,” ucap Choirul.
Dikatakannya, dari 74 narkoba jenis baru tersebut, sudah teridentifikasi tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, serta di beberapa wilayah lainnya.
Hanya saja, dari 74 NPS yang teridentifikasi tersebut, sebagian saja yang sudah diatur dalam perundang-undangan. Salah satunya dalam ketentuan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) nomor 50 tahun 2018.
"Yang sudah diatur dalam Permenkes baru 66 narkoba jenis baru. Sedangkan 8 di antaranya belum ada ketentuan baik perundang-undangan maupun peraturan pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, dari delapan NPS yang belum masuk dalam Permenkes, meliputi NPS jenis Plant Based Substances, Phencyclidine-type Substances, Synthetic Cathinones, Piperazines, Shynthetic Cannabinoids, dan beberapa NPS yang masuk kategori Other Substances.
”Dampak dari mengonsumsi narkoba jenis baru ini, sama dengan efek yang terjadi jika mengonsumsi narkoba pada umumnya. Yakni menyerang saraf pusat, sehingga bisa berdampak pada psikis, perilaku, tingkat kesadaran, dan terutama pada kesehatan," tutur Choirul.
Ditambahkannya, ada dua dampak usai mengonsumsi narkoba jenis baru ini. Dimana pengguna akan merasakan sensasi yang berbeda. Misalnya, sebelum mengonsumsi merasa sedih, dan setelahnya seperti merasa bahagia.
"Tapi efek tersebut hanya sesaat saja. Dan pengguna pasti akan mengalami kecanduan. Ketika tidak mengonsumsi pengguna bisa mengalami sakau yang bisa berujung pada kematian," paparnya.(agp/lim)



Loading...