MalangPost | Awalnya Tiga Dokter OTG, Positif Covid-19 Setelah Tes Ketiga

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Awalnya Tiga Dokter OTG, Positif Covid-19 Setelah Tes Ketiga

Rabu, 08 Apr 2020, Dibaca : 2181 Kali

MALANG - Perhatian terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien terpapar virus Corona sangat mendesak. Itu setelah tiga nakes di Kota Malang positif Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan.

 

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya Bidang Regulasi dan Kebijakan dr Husnul Muarif menjelaskan penyediaan APD harus diutamakan. Karena itu ketersediaan APD di rumah sakit mendesak diperhatikan. adalah hal utama yang harus dijaga.

"Sekalipun mereka tahu risiko pekerjaan yang dijalaninya besar potensi untuk tertular maka APD adalah hal paling penting," terangnya.

 

Kondisi saat ini memang sudah disediakan APD untuk nakes dalam kondisi mencukupi. Namun kontak nakes dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat bukan hanya sekali. Inilah yang menyebabkan adanya akumulasi virus.

Daya tahan tubuh nakes juga menentukan segalanya. Asupan gizi untuk memperkuat daya tahan tubuh juga harus disediakan selain penyediaan APD.  "Asupan selama ini diperhatikan oleh rumah sakit (RS) terkait dengan tugas nakes.  RS yang menangani Covid-19 harus tahu kepastian kondisi nakesnya dan harus memperhatikan terus," tandasnya.

Maka bukan hanya peran pemda yang vital tapi juga manajemen RS. RS bisa melakukan pemeriksaan swab rutin kepada nakesnya yang menangani pasien terpapar virus Corona.

Semakin sering dilakukan akan semakin cepat mengetahui nakes terjangkit Covid-19 atau tidak. Sehingga penanganan cepat dilakukan.

Karena dalam kasus positif di Kota Malang, nakes yang terkonfirm positif Covid-19 awalnya masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). "Setelah dilakukan swab sebagai tindakan preventif hasilnya positif. Mereka saat ini kondisi baik. Dan patuh untuk isolasi," tandasnya.

 

Husnul menambahkan kunci lain yang harus diperhatikan kedepan baik oleh pemda dan juga pihak RS adalah meningkatkan pemberian suplemen atau vitamin. Tujuannya untuk menambah daya tahan tubuh nakes secara rutin dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Selebihnya ketersediaan APD jangan sampai kekurangan.

 

Guest House Jadi Pusat Nakes  Covid-19

Sementara itu tambahan tiga orang pasien positif Covid-19 di Kota Malang berasal dari kalangan nakes. Mereka bekerja sebagai dokter penanganan Covid-19 di beberapa rumah sakit rujukan Kota Malang.

 

Hal ini disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (7/4) saat ditemui di Balai Kota Malang.  Inilah mengapa tim Satgas Covid -19 Kota Malang memprioritaskan bantuan seperti APD langsung didistribusikan ke nakes seluruh rumah sakit rujukan di Kota Malang yang membutuhkan.

Saat ditanya lebih lanjut nakes yang positif ini merupakan warga Kota Malang yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni Klojen, Kedungkandang dan Blimbing. Mereka ada yang sudah dirawat di rumah sakit ada pula yang masih diisolasi mandiri di rumahnya.

“Mereka ini awalnya kategori OTG (Orang Tanpa Gejala) yang kondisi awalnya baik-baik saja. Tapi setelah di test positif,” tegas Sutiaji.

 

Bahkan ia menambahkan, salah satu dari pasien Positif COVID-19 dari nakes ini sudah sempat tes sebanyak tiga kali. Test pertama dan kedua dinyatakan negatif akan tetapi tes ketiga dikatakan positif. Ini menunjukan pula bahwa penyebaran virus Corona di Kota Malang sudah tidak dapat diprediksi datang dari mana.

Dari tambahan data tiga pasien positif ini, Satgas Covid-19 sudah mulai melakukan tracing. Masing-masing langsung ke kawasan kediaman pasien positif agar seluruh orang yang sempat melakukan kontak dikategorikan ODR (Orang Dengan Risiko) dan di-tracing kemudian diperiksa awal.

 

Sementara itu untuk upaya kedepan memberikan pengamanan bagi nakes di Kota Malang. Sutiaji menjelaskan dengan mengutamakan Rapid Test kepada nakes. Bantuan dari Pemprov Jatim  sebanyak 420 alat perangkat Rapid Test memang sudah didistribusikan ke rumah sakit juga 16 puskesmas di Kota Malang yang menangani kasus Covid-19. Diketahui Rapid Test sudah dilakukan sejak seminggu belakangan. Salah satu hasilnya adalah ditemukannya positif covid di kalangan nakes ini.

Sutiaji menjelaskan akan menambah kembali perangkat Rapid Test, kali ini menggunakan anggaran sendiri.  "Kami mau pesan rencananya 2.000 perangkat," tandasnya.

 

Penambahan pengadaan Rapid Test ini dilakukan untuk melindungi nakes agar terjaga kesehatannya dan terpantau kondisinya. Selain itu, pihaknya tetap meminta banyak pihak membantu menyediakan APD bagi nakes. Selain menggunakan anggaran untuk memesan APD.

“Lalu saya juga baru telepon dirut (direktur utama) rumah sakit, kami akan menyiapkan rumah guest house milik Pemkot Malang  yang khusus bagi pusat nakes penanganan Covid-19,” jelas Sutiaji. 

 

Rumah ini rencananya juga akan menjadi pusat nakes melakukan rapid test, pusat distribusi APD dan lainnya. Tidak hanya itu, Pemkot Malang juga berencana menganggarkan insentif bagi nakes. Rencananya, besaran anggaran akan segera ditetapkan dan diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Malang.

Namun sampai saat ini, besaran nilai insentif itu masih belum ditetapkan. Sutiaji menyampaikan, penetapan besaran insentif bagi tenaga medis itu masih akan dilakukan penyesuaian dengan anggaran yang dimiliki saat ini.

"Di luar daerah itu insentif Rp 15 juta, kalau kita masih (mampu) Rp 5 juta, dan itu perlu disesuaikan," katanya.

 

Lebih lanjut, insentif yang dipersiapkan itu menurutnya masih akan terus dikaji lebih jauh. Karena saat ini, Pemkot Malang masih berkonsentrasi untuk menyiapkan ketersediaan APD bagi nakes. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina