Asyiknya Belanja ke Pasar Tradisional | Malang POST

Jumat, 28 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Asyiknya Belanja ke Pasar Tradisional

Selasa, 10 Des 2019,

MALANG – Halaman TK/KB Al Fadholi  Laboratorium KSDP Universitas Negeri Malang yang berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Al Fadholi, Merjosari, Kota Malang, berbeda dengan biasanya. Halaman yang luas di depan gedung TK/KB disulap menjadi pasar tradisional Al Fadholi. Para guru berjualan dan menjadi petugas yang ada di pasar, anak-anak TK/KB menjadi warga yang berbelanja di pasar tradisional. Kemeriahan di halaman TK/KB Al Fadholi itu dalam rangkaian puncak tema tanaman, sayuran, dan buah-buahan. Setiap anak diajak mandiri untuk berbelanja di pasar tradisional. Tanpa didampingi orang tuanya, setiap anak mendapatkan uang Rp 10 ribu dari ibu gurunya untuk dibelanjakan di Pasar Tradisional Al Fadholi.
“Dengan kegiatan ini, anak-akan akan memperoleh pengalaman langsung dengan melakukan sendiri kegiatan mengenali berbagai macam tanaman, sayuran, dan buah buahan yang ada di Pasar Tradisional Al Fadholi,” kata Kepala TK/KB Al Fadholi Iing Fajar Wahyuni, M.Pd kepada Malang Post.
Menurutnya, melalui pembelajaran yang bersifat kontekstual ini akan memberi kesempatan pada anak untuk memperoleh pemahaman terhadap sesuatu secara mendalam. Dan ketercapaian nya akan lebih maksimal dibanding hanya melalui gambar. Karena itu, slogan yang digunakan dalam puncak tema itu, “Saya dengar, saya lupa. saya lihat, saya ingat. saya lakukan, saya mampu,”.
“Selain mengenalkan macam-macam jenis tanaman, sayur dan buah-buahan, anak-anak juga akan mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan anak, mulai nilai agama dan moral, sosial emosional, aspek bahasa, kognitif, fisik motorik, seni dan lainnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, setiap anak yang berbelanja di pasar harus berkomunikasi dengan penjualnya. Mereka juga harus belajar antre, ketika banyak pembeli di masing-masing stand atau kios penjual di Pasar Tradisional Al Fadholi.
“Seperti aspek sosial emosional, anak-anak akan antre ketika melakukan kegiatan berbelanja, menghargai pendapat orang lain, menghargai hasil belanjaannya,menghargai penjual yang ada di pasar. Aspek bahasa, anak-anak berkomunikasi dengan penjual, mengucapkan nama benda yang di lihat dan juga melakukan penawaran barang yang akan dibelinya,” terangnya.
Meski tanpa didampingi orang tuanya, anak-anak tetap semangat berbelanja di pasar tradisional. Tidak hanya membawa yang, anak-anak juga membawa tas belanja. Bahkan, ada anak yang membawa tas belanja yang sama besar dengan postur anaknya. Orang tua yang tidak masuk ke area pasar tradisional sibuk mengabadikan gambar tingkah laku putra-putrinya di pasar tradisional. (aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : mp

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...