AS-Turki Sepakat Genjatan Senjata di Suriah | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 18 Okt 2019

ANKARA - Amerika Serikat (AS) dan Turki menyetujui genjatan sejata selama 5 hari di wilayah timur laut Suriah. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence setelah bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
"Hari ini Amerika Serikat dan Turki menyetujui genjatan senjata di Suriah," ujar Pence saat konferensi pers di Istana Presiden di Ankara, Turki, dilansir dari Reuters, Jumat (18/10/2019).
Pence berkunjung ke Turki untuk bernegosiasi agar operasi militer lintas batas Turki yang disebut Operation Peace Spring dihentikan. Operasi tersebut ditujukan untuk membersihkan pejuang Kurdi yang tergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dari perbatasan sejauh 32 Km.
"Turki akan memberhentikan sementara operasi Peace Spring untuk memungkinkan penarikan pasukan Unit Perlindungan Rakyat dari zona aman selama 120 jam," ujar Pence.
"Seluruh operasi militer dibawah Operation Peace Spring akan diberhentikan sementara, dan Operation Peace Spring akan mengentikan keseluruhan penyelesaian penarikan (pasukan Unit Perlindungan Rakyat)," ujar Pence.
Sebelumnya, pasukan Turki mulai melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Kurdi di timur laut Suriah, sebagai bagian dari operasinya memerangi pasukan Kurdi. Serangan militer yang dilancarkan pada Rabu (9/10) waktu setempat ini menandai dimulainya operasi militer di perbatasan Turki-Suriah.
Selain serangan darat, militer Turki juga telah melakukan serangan-serangan udara secara intensif. Operasi militer ini dimulai hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan penarikan pasukannya dari Suriah. (dtc/aim)

Editor : aim
Penulis : dtk






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...