ASN Boyongan Masal ke Ibu Kota Baru | Malang POST

Jumat, 28 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


ASN Boyongan Masal ke Ibu Kota Baru

Minggu, 19 Jan 2020,

JAKARTA -  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo memastikan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke ibu kota baru akan dilakukan secara menyeluruh. Artinya ASN boyongan secara bersamaan tanpa bertahap.
"Prinsip perpindahan ASN pusat K/L (kementerian/lembaga) ke ibu kota baru, sekaligus prosesnya. Tidak bertahap," jelas Tjahjo Kumolo.
Oleh sebab itu, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah ASN kementerian dan lembaga di lingkungan pemerintahan pusat. Pendataan itu, berkaitan dengan jumlah pegawai yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2023-2024 mendatang.
Tjahjo menerangkan pemetaan itu dilakukan sebelum pihaknya mensurvei ASN yang mau dipindahtugaskan ke Kalimantan Timur nanti.
"Kemudian yang ada akan dikoordinasikan dengan sekjen atau sesmen lembaga masing-masing untuk inventarisasi nama jabatan dan kompetensinya apa yang bisa ikut tugas di ibu kota negara baru," kata Tjahjo
Ia menjelaskan, bila terdapat kekurangan jumlah sumber daya manusia yang akan dipindah tugaskan, bukan tidak mungkin pihaknya akan mengangkat ASN tingkat daerah untuk bekerja di K/L pemerintah pusat.
Namun hal itu, Tjahjo masih akan diskusikan dengan pemerintah daerah setempat. Yakni Pemprov Kalimantan Timur. "Menurut saya masih bisa mengakomodir ASN pemda se-Provinsi Kaltim untuk jadi ASN pusat di ibu kota negara nanti yang prinsipnya kami akan koordinasi dengan gubernur Kaltim, sesuai kebutuhan dan kompetensinya," jelas dia.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan seluruh PNS akan dipindahkan ke ibu kota baru pada tahun 2024 mendatang. Untuk melaksanakan pemindahan tersebut ia telah memerintahkan Tjahjo untuk mensurvei ASN  yang bersedia pindah dan tidak ke ibu kota negara baru.
Jokowi mengatakan sebenarnya ia ingin seluruh pegawai abdi negara sepenuhnya pindah ke ibu kota baru. Namun, Jokowi ingin kepindahan PNS turut disertai keinginan murni dari para pegawai.
"Pindah semuanya langsung, tapi sudah saya perintahkan kepada MenPAN untuk mensurvei dulu, kira-kira yang ingin dan tidak pindah berapa persen. Kami harus tahu dong," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (17/1) lalu.  (cni/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : cni

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...