ASN Atasi Harga Bawang Anjlok | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 20 Sep 2019, dibaca : 393 , vandri, kris

BATU  - Dinas Pertanian bergerak cepat atasi masalah harga bawang merah anjlok saat panen raya. Caranya membuka stan penjualan bawang merah di halaman Balai Kota Among Tani, 18-20 September. Pembeli yang disasar yakni aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu.
Anggota Gapoktan Torong Makmur, Desa Torongrejo, Sutri mengaku biasanya penjualan hasil panen bawang merah tak maksimal saat panen raya. Pasalnya harga bawang merah dari petani ke tengkulak hanya Rp 5000 per kg.
"Harga turun tiga kali lipat. Dari harga normal Rp 15-20 ribu per kg menjadi Rp 5.000 ke tengkulak," keluh Sutri.
Keluhan petani  langsung ditanggapi Dinas Pertanian. Salah satu caranya berupa membuka stan di Balai Kota Among Tani. Fungsinya menjual bawang merah dengan harga Rp 9.000 per kg.  
"Setidaknya dengan adanya stan ini petani bawang bisa terbantu. Karena memotong mata rantai tengkulak yang membeli bawang ke petani di bawah harga rata-rata," beber Sutri.
Pendamping Petani Program Smart City Dinas Pertanian, Icuk Subiantoro menambahkan, stan yang dibuka memiliki banyak manfaat. "Stan ini untuk penjualan bawang merah dari petani langsung ke konsumen,” katanya.
Sebab lanjut dia, pembelinya menyasar ASN di lingkungan Pemkot Batu. Strategi ini pun membuahkan hasil. Pada Rabu (18/9) lalu tercatat penjualan mencapai 2 ton. Sedangkan Kamis (19/9) terjual 500 Kg.  
Manfaat lain, lanjut dia, bisa menampung keluhan petani Torongrejo ke Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Tenaga Pendamping Petani (TPP) Smart City, Dinas Pertanian.  Sehingga keresahan mereka bisa langsung diatasi.
"Kegiatan ini sudah dua kali digelar. Pertama ketika panen raya apel akhir tahun 2018 lalu dengan Pemkot Batu membeli sekitar 2 Ton apel untuk membantu petani ketika harga anjok," pungkasnya. (eri/van)



Loading...