Asmadi: Bukan Janji, Tapi Bukti yang Diberikan

Senin, 21 Oktober 2019

Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 354 , aim, kris

BATU - Hari ini, menjadi sejarah baru bagi Asmadi. Politisi PDIP Kota Batu itu akan dilantik sebagai ketua DPRD Kota Batu definitif periode 2019-2024. Sebagai Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi  akan terbuka menerima kritik. Baginya, kritik sangat bagus untuk membangun Kota Batu.
"Namun dengan satu syarat, kritik harus membangun," kata Asmadi kepada Malang Post, kemarin.
Asmadi  tak memungkiri jika duduk sebagai pimpinan memang berat. Sebagai wakil rakyat ia tak pernah membuat janji. Hanya dirinya harus membuktikan dan mengusahakan aspirasi masyarakat Kota Batu dapat tertampung dengan baik.
"Saya tidak tidak mencari kekayaan. Tapi saya ingin ada kenang-kenangan yang ditinggalkan untuk masyarakat nantinya. Yakni apa yang telah dewan perbuat untuk masyarakat. Tidak hanya sekedar janji. Tidak hanya ngomong., tapi bukti," tegasnya pria kelahiran Batu, 12 Maret 1973 ini.
Warga asli Kota Batu ini dipercaya warga untuk menyuarakan aspirasi dalam membangun Kota Wisata Batu yang berkeadilan sosial, hukum, dan ekonominya. Artinya semua punya kesempatan yang sama dalam segala akses.
Ia masuk sebagai kader partai berlambang kepala banteng atau PDIP dari tingkat bawah. Kali pertama menjadi satgas, kemudian sekretaris ranting PDIP Sidomulyo, Kecamatan Batu.  
Kemudian naik menjadi Sekretaris, lalu Wakil Ketua PAC Kecamatan Batu. Hingga akhirnya ia dipercaya sebagai ketua PAC Kecamatan Batu, dan Bendahara DPC Kota Batu. Rekam jejak tersebut diawalinya sejak tahun 2000. Tepat awal ketika Kecamatan Batu menjadi Kota Batu.
"Saya masuk sebagai kader PDIP sejak dari bawah. Saat itu sebagai Satgas di PAC PDIP Kecamatan Batu," ujar Asmadi kepada Malang Post, Rabu (2/10) kemarin.
Ketua DPRD Kota Batu asal Jalan Cemara Kipas RT1 RW 3 Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu ini menceritakan bahwa keinginan dirinya masuk ke partai berlambang kepala banteng ini karena kesamaan ideologi atau pemikiran.
"Saya terjun ke politik dan memilih PDIP karena ideologi yang sama. Selain itu saya juga dibesarkan di situasi yang heterogen. Seperti agama yang kuat, tidak melihat dan membedakan kelompok minoritas, hingga spirit nasionalismenya," tegas suami dari Veronica Dwi F Wiraningrum ini.
Karena itulah, ungkap bapak dua anak ini, hingga awal ia terjun ke politik sampai saat ini tetap pada satu partai. Meski diakuinya banyak selalu ada banyak tantangan dalam partai. Baik internal maupun ekternalnya.
"Politik selalu dinamis. Kita harus jalani dengan jujur. Apalagi ketika seorang dipercaya oleh partai untuk pegang jabatan. Misalnya saya yang dipercaya sebagai bendahara DPC PDIP Kota Batu," beber alumnus Jur. Agronomi, Fak. Pertanian UMM ini. (eri/aim)



Loading...