Asap Supit Urang Hingga Wagir - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 20 Okt 2019, dibaca : 2172 , udi, sisca

MALANG - Kondisi TPA Supit Urang yang terbakar sejak Jumat (18/10) lalu, belum sepenuhnya pulih. Titik api sudah berkurang, akan tetapi bara api masih belum mati hingga saat ini. Dampak utama adalah kepulan asap yang bergerak ke kawasan pemukiman warga.
Menurut pantauan Malang Post, asap kebakaran dari TPA Supit Urang kini bergerak ke kawasan Wagir. Sebelumnya sempat menjangkau kawasan Kota Malang hingga ke kawasan Dieng. Kemarin siang, asap terlihat begitu pekat di Desa Jedong Wagir.
Sumi, warga RT 1 RW 8 Dusun Kroboyokan Desa Jedong Wagir mengatakan sudah 3 hari mendapatkan kiriman asap ini. “Ini yang paling parah, karena anginnya mengarah kesini dan besar,” tegasnya.

Baca Juga : Kebakaran TPA Supiturang Capai 10 Hektar


Ia menjelaskan, sedari pagi sekitar pukul 08.00 WIB asap dan bau sangit menganggu aktivitas sehari-hari ia dan warga sekitar. Ia mengaku beberapa anggota keluarganya sampai diungsikan ke rumah mertuanya di Kawasan Gunung Kawi. Ia masih bertahan di kediamannya dan selama 3 hari ini rutin mengenakan masker.
Sementara pantauan di TPA Supit Urang, petugas masih silih berganti memadamkan bara-bara api yang ada didalam tumpukan sampah. Ketika dimatikan inilah asap kemudian memumbul ke udara. Plt Kepala UPT PMK Kota Malang, Antonio Viera memprediksi, kebakaran ini TPA Supit Urang bisa awet sampai sepekan ke depan. Antonio Viera menyebut, petugas PMK Kota Malang mengalami kesulitan memadamkan api di titik-titik sulit. "Ada 10 titik api yang telah kami data. Sebagian sudah bisa dijangkau oleh petugas, sementara yang lain masih belum," jelasnya.
Sementara itu, kepulan asap tebal menyelimuti hampir seluruh kawasan TPA Supit Urang. Jarak pandang yang pendek membuat petugas kesulitan dalam memadamkan api. Kebakaran ini telah melahap 10 hektar lahan di TPA Supit Urang. Tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari kejadian kebakaran ini. Hanya saja, kepulan asap membumbung tinggi dan mengarah ke arah utara. "Hembusan angin yang cukup kencang cukup menyulitkan kami. Semoga empat sampai lima hari ke depan api ini bisa padam," tandasnya. (ica/udi)



Loading...