MalangPost | Arumi Bachsin Buka Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2020

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Arumi Bachsin Buka Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2020

Kamis, 05 Mar 2020, Dibaca : 4725 Kali

SURABAYA – Industri kerajinan di Jatim dipastikan tidak akan pernah mati. Industri rumahan ini justru akan terus berkembang di masa-masa mendatang. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, saat membuka Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2020 dan Pameran Batik Bordir & Aksesoriss Farir di Grand City, Rabu (5/03) siang.


Ajang pamer aneka industri kerajinan ini digelar mulai 4-8 Maret mendatang. Pesertanya antara lain berasal dari industri kerajinan binaan 31 kabupaten/kota di Jatim. Selain itu ada juga industri kreatif perwakilan dari beberapa daerah di Indonesia.
Jatim, lanjut Arumi, memiliki potensi sangat luar biasa. Letak geografis Jatim menjadikan provinsi ini sangat strategis untuk menjual industri kerajinan. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) di Jatim juga sangat mumpuni.
‘’Kalau kita berinvestasi di sini (Jatim), Insya Allah, ke depannya semakin baik. Baik dalam mempertahankan budaya ataupun untuk meningkatkan ekonomi para pengrajin pada khususnya,’’ rincinya.


Industri kreatif Indonesia, masih kata Arumi, kini berkembang sangat cepat. Baik dalam skala mikro, kecil hingga menengah. Industri kreatif sektor yang strategis, karena dekat dengan keseharian rakyat.
Karenanya, Dekranasda Jatim akan terus memfasilitasi dan memberi wadah bagi para pengrajin. Sehingga, mereka bisa mendapatkan wahana promosi dan pemasaran yang pas. ‘’Ini bisa kita andalkan sebagai mata pencaharian. Apalagi, kita memiliki sumber daya kreatif cukup bagus,’’ katanya.


Industri kreatif lokal bagus untuk meningkatkan daya saing produk kebudayaan Indonesia. Sehingga  produk kerajinan Jatim memiliki daya saing di pasar global. ‘’Memasuki era pasar bebas ini, saya pesan seluruh pengrajin jangan berputus asa. Terus  berinovasi menghasilkan produk-produk yang berkualitas,’’ pintahnya.


Sementara itu, Moch. Kushendarman penyelenggara pameran menyebutkan, selama 4 hari gelaran diharapkan ada 28 ribu pengunjung. Jumlah ini diyakini bakal terlampui karena panitia tidak memungut biaya tiket masuk alias gratis.
Selain itu, Dirut PT Debindo Mitra Tama ini memastikan telah mengundang buyer lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya, dalam kurun waktu 4 hari akan terjadi transaksi sedikitnya Rp 6 miliar.
‘’Target ini, naik sedikit dibanding tahun 2019 lalu. Saat itu, dalam kurun waktu yang sama transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,2 miliar,’’ pungkas Dadang dengan menyebut situasi perekonomian di Jatim diyakini tidak terpengaruh kondisi apapun.


Dalam pameran digelar fashion show batik dan tenun Jawa Timur. Fashion show diikuti 31 peserta dari Dekranasda kabupaten/kota se-Jatim. Mereka adalah para ketua Dekranasda kabupaten/kota atau para istri bupati/walikota.
‘’Ini bukan kompetisi. Saya sangat bersemangat sekali. Dan ibu-ibu pun juga harus seperti saya. Inilah puncak acaranya, Ayo kita semarakkan bersama,’’ pungkas Arumi sembari mengajak istri bupati/walikota berlenggak-lenggok di atas cat walk. (adv/has)

Editor : Redaksi
Penulis : Hary Santoso