Malang Post - Arema Siap Lawan Persebaya di Blitar, Sayangkan Tanpa Penonton

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Arema Siap Lawan Persebaya di Blitar, Sayangkan Tanpa Penonton

Senin, 17 Feb 2020

MALANG - Perubahan mendadak terjadi untuk helatan semifinal Piala Gubernur Jatim 2020, seperti de javu turnamen serupa di tahun 2003. Venue laga Arema FC versus Persebaya Surabaya, akhirnya dipindahkan ke Stadion Soeprijadi, Kota Blitar. Pertandingan juga ditunda sehari, baru digelar Selasa (18/2) besok, dengan kick off pukul 15.30 WIB serta digelar tanpa penonton.


Sementara, laga antara Persija Jakarta melawan Madura United tetap digelar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Senin (17/2) besok. Kick off laga ini diputuskan pukul 19.00 WIB. Keputusan jadwal tersebut terjadi pascapertemuan klub dengan Polda Jatim, Minggu (16/2) siang.
“Dengan mempertimbangkan banyak hal, mengakomodir semua kepentingan dan meredam situasi yang panas, tentu PSSI Jatim tetap ingin Piala Gubernur Jatim 2020 berjalan lancar, sesuai tujuan dan misi dilaksanakan turnamen pramusim ini,” papar Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin.


Dia mengatakan, gengsi turnamen ini luar biasa, sekalipun hanya agenda pramusim. Akan tetapi, penyelenggaran memastikan bila gelaran ini harus sampai tuntas.
“Sejak 2002, gengsinya memang luar biasa. Tapi dengan misi harus selesai, kami putuskan pertandingan Persija melawan Madura tetap di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan Persebaya melawan Arema, diputar di tempat netral di Stadion Soeprijadi, Blitar 18 Februari. Semua pertandingan tetap disiarkan MNC,” beber dia.


Dia menegaskan, keputusan itu dilakukan Asprov PSSI Jatim demi mengakomodir keinginan banyak pihak. Termasuk dari PSSI Jatim yang menginginkan turnamen ini selesai. Namun, dia meminta peristiwa ini menjadi pelajaran. Terutama bagi klub yang memiliki suporter fanatik agar kompetisi di Indonesia lebih baik.
“Sebelum Liga sebenarnya ini jadi satu pelajaran. Bagi klub yang punya suporter fanatik, harus berbenah dan evaluasi diri. Menahan diri dan belajar banyak hal. Bahwa mendukung klub tidak harus dengan hegemoni yang bersifat mengancam,” terangnya.


Dia mengatakan, setelah semifinal, belum bisa pula menentukan venue wajah final. Menurutnya, tempat pertandingan akan dikomunikasikan pascalaga empat besar.
“Yang jelas turnamen ini mesti tuntas pada 20 Februari,” tegas dia.
Sementara, Arema menyampaikan tanggapannya terkait keputusan tersebut. Secara tim, mereka tidak mempermasalahkan dan bakal menjalankan keputusan dari Asprov dan Polda Jatim.
“Dari Arema FC secara tim kami sejak awal tidak pernah mempersoalkan di manapun tempat diputuskan untuk digelar. Bahkan, saat Manager Meeting pada pertengahan Januari lalu, yang dihadiri semua klub peserta, sportif menerima apapun keputusan penyelenggara sebagai wujud sportivitas dalam sepak bola,” papar Media Officer Arema, Sudarmaji.


Hanya saja, Arema tidak bisa menutupi kecewanya. Pasalnya, kejadian di 2013 kembali terulang. Saat itu, semifinal di Stadion Kanjuruhan juga dibatalkan. Menurutnya, kala itu Arema bahkan dengan besar hati bermain di Surabaya hingga akhirnya menjadi juara.
“Ternyata pengalaman tahun 2013 masih terulang. Arema saat itu telah membuktikan sportif menerima keputusan main di Surabaya setelah semifinal di Kanjuruhan dibatalkan. Dari pengalaman itu, tentunya tahun ini tidak ingin terulang. Justru kami mengharapkan, awalnya agar apa yang dilakukan Arema saat itu bisa ditiru pihak lain,” tuturnya.


Namun faktanya, laga semifinal kali ini di Stadion Kanjuruhan tetap dibatalkan. Padahal, menurut dia, saat Manager Meeting  lalu, semua peserta ditawari untuk menjadi tuan rumah dan bersiap jika ditunjuk sebagai tempat babak penyisihan, semifinal dan final.
“Waktu itu hanya Madura United dan Arema  yang siap ditunjuk, dan semua sportif menerimanya.  Arema menghormati keputusan apapun. Namun, di kemudian hari hal-hal seperti ini terulang, sportivitas itu harus konsisten dan tetap terjaga. Apalagi ini terkait image Jawa Timur,” terang pria asal Banyuwangi itu.


Malahan, dia sejatinya berharap Piala Gubernur Jatim 2020 ini menjadi momentum mewujudkan persaudaraan. Hanya saja, Arema tetap mengapresiasi upaya Asprov Jatim yang mengupayakan agar laga bisa berjalan.
“Kami meminta maaf kepada seluruh pecinta bola Jawa Timur yang telah menunggu laga ini, dan kini keputusannya justru tanpa penonton. Kami terima kasih kepada Asprov yang berjuang agar laga ini tetap terjaga,meskipun berat perjuangannya,” tambahnya.


Sudarmaji memastikan bila Arema siap pula membantu Asprov menyukseskan semifinal pertama, antara Persija Jakarta dan Madura United di Stadion Kanjuruhan, Senin (17/2) malam ini.
“Laga semifinal dan final akan dihandle langsung oleh Asprov Jatim. Semoga sepak bola Jawa Timur tetap eksis dan berprestasi. Sejatinya sepak bola itu bertanding di depan pendukungnya. Semoga nanti fans semua klub bersatu dan menjaga persaudaraan,” tandasnya.(ley/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Stenly Rehardson

  Berita Lainnya





Loading...