Arema Kodew Permalukan Persebaya | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 07 Okt 2019, dibaca : 1533 , bagus, stenly

MALANG – Arema FC Kodew berhasil bangkit setelah menelan kekalahan di laga pertama Liga 1 Putri 2019. Usai kalah dari Persipura Jayapura di laga pembuka, Windi Ayu Puspitasari menunjukkan taringnya ketika bertemu dengan rival Persebaya Surabaya. Ongis Kodew berhasil mempermalukan Bajul Ijo dengan skor 2-0 di Bertanding di Lapangan Ahmad Yani Pusdik Arhanud, Pendem, Senin (7/10).
Gol kemenangan Arema dicetak oleh Anisya Widyawati di menit 15’ dan Jasmine Sefia Waynie Cahyono melalui tendangan penalty di menit 81’. Dua gol tersebut tak mampu dibalas oleh skuad Green Force putri yang harus menelan kekalahan di laga pertamanya di Liga 1 Putri.
Dalam laga , Arema tampil mendominasi. Selain menjaga gengsi karena bertemu Persebaya, mereka bertekad bangkit setelah kalah di laga pertama. Hasilnya, selama permainan banyak peluang mencetak gol. Meskipun beberapa digagalkan tiang gawang, namun secara permainan terlihat jauh lebih baik ketimbang laga pertama.
Tercatat ada empat peluang emas di babak pertama, selain satu gol dari Anisya. Hanya saja, peluang tersebut tidak bisa menjadi gol karena membentur tiang. Arema pun mengurung Persebaya nyaris di sepanjang laga.
Tim tamu hanya sesekali melakukan serangan balik, memanfaatkan direct ball ketika mengantisipasi serangan Arema. “Kami bekerja keras untuk bisa meraih hasil maksimal. Setelah kekalahan lawan Persipura, kami melalukan evaluasi. Alhamdulillah menang,” ujar Pelatih Arema FC Kodew, Alief Syafrizal Muhammadin.
Menurut dia, salah satu yang menjadi evaluasi adalah penyelesaian akhir. Meskipun belum maksimal, dia melihat ada perubahan besar yang terjadi pada anak asuhnya.
“Semoga di laga melawan PSM Makassar dan Bali United, bisa lebih maksimal lagi,” papar dia.
Ia mengakui, hanya mencetak dua gol di balik kemenangan , karena timnya masih harus lebih mantap dan tenang memanfaatkan peluang emas. Menurut Alief, kini ada dua hari yang akan dia maksimalkan agar timnya bisa tampil lebih baik di laga selanjutnya.
“Secara permainan, kordinasi dan komunikasi dari lini belakang ke tengah, sudah bagus. Tinggal depannya saja benahi sediki lagi,” tambahnya.
Alief menuturkan, selain harus ada pembenahan, dalam laga kemarin anak asuhnya juga terkendala recovery. Jarak pertandingan yang hanya 24 jam, berpengaruh pada fisik pemain. Di babak kedua, dia mengakui ada penurunan fisik.
“Semoga di laga selanjutnya, dengan recovery lebih lama, hasil lebih baik lagi,” tutur dia.
Sementara itu, Pelatih Persebaya Surabaya putri, Ridwan Anwar menilai, timnya kalah karena hanya mengandalkan kebersamaan dalam laga kemarin. Sementara, secara taktikal dan fisik, timnya jauh di bawah.
“Persiapan kami tidak ada. Kami hanya seleksi dua hari, lalu latihan sekali dan berangkat ke Malang. Saya sadar, sepak bola tidak hanya butuh kebersamaan,” papar dia.
Menurutnya, dalam laga kemarin timnya hanya diia minta agar tidak kalah terlalu mencolok. Hal itu jelas berbeda bila timnya minimal berlatih sebulan atau dua bulan sebelum kompetisi.
“Intinya waktu persiapan kami sangat singkat,” tambahnya.
Kapten Tim Persebaya, Lilla Puspita mengatakan timnya memang kalah fisik. Dalam laga kemarin, mereka hanya saling menutupi kekurangan antar pemain.
“Ketika ada serangan, kami coba long pass ke depan, mengandalkan serangan balik. Jelas dalam laga itu kami keteteran, fisik belum ada,” tutur dia.(ley/ary)



Kamis, 05 Des 2019

Arema Kodew Butuh Suporter

Loading...