Arema FC Putri Mulai TC | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 768 , parijon, fino

MALANG - Arema FC Putri mulai menjalankan Training Center untuk persiapan Liga 1 Putri. Senin pagi, ada 21 pemain plus tiga kiper yang sementara ini tergabung dalam TC di Yonzipur Kepanjen. Pelatih Arema Kodew, Alief Syahrizal mengungkapkan mereka adalah kumpulan pemain yang sudah di-scouting oleh tim pelatih Ongis Kodew sejak lama.
“Mereka berasal dari Malang dan Jawa Timur. Rentang usia di bawah 23 tahun, dan kami menghindari rekrut pemain timnas senior, karena banyaknya agenda timnas putri, terutama November mendatang, ada SEA Games,” ungkap Alief kepada wartawan, Senin pagi.
Sebagian pemain yang direkrut, adalah bagian dari timnas U-17, serta timnas futsal putri. Alief menegaskan, Yonzipur dipilih sebagai tempat TC, tidak sekadar untuk menajamkan taktik teknik maupun permainan lapangan mereka. Attitude, kedisiplinan dan mental juga menjadi bagian penting dari TC ini. Sehingga, TC dihelat di barak militer.
“Sampai Jumat, mereka akan berkumpul bersama, tidak ada yang pulang. Karena, tujuan kami adalah meningkatkan kerjasama tim, chemistry, serta disiplin pribadi mereka, supaya attitude mereka berkualitas,” ujar Alief.
Dia mengungkapkan, Arema Kodew dibebani target manajemen untuk melaju hingga empat besar kompetisi. Arema Kodew wajib lolos penyisihan grup, untuk menembus fase semifinal. Minimal, Arema bisa berbicara banyak di level nasional.
Jika bisa menembus partai pamungkas, maka Alief menganggap hal tersebut sebagai bonus bagi tim debutan seperti Arema Kodew. Arema satu grup dengan Persipura Jayapura, Bali United, PSM Makassar.
Menurut Alief, lawan terberat yang bisa terpantau oleh tim pelatih adalah Bali United. Sementara, tim lainnya masih belum terpantau. “Bali kami anggap paling berat, karena separuh pemainnya adalah pemain timnas. Sementara peta kekuatan tim lain masih abu-abu,” ujar Alief.
Dia menegaskan, metode latihan Arema Kodew tidak sama dengan tim putra. Tim pelatih menyesuaikan kondisi pemain putri, dan tidak bisa dipukul rata seperti pemain putra.
“Dari segi fisik, mereka berbeda. Tidak semua program latihan di tim putra bisa dipakai di tim putri, kami harus adaptasi,” tambahnya.(fin/jon)



Loading...