Arema FC Harusnya Bisa Menang | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 21 Okt 2019, dibaca : 1026 , vandri, stenly

MALANG - Perjuangan luar biasa ditunjukkan Arema FC. Tak mau mengalami dua kekalahan beruntun dalam rentetan laga away, tim Singo Edan berhasil mencuri poin di kandang Persipura Jayapura, Minggu (20/10) malam. Arema menahan imbang Tim Mutiara Hitam dengan skor 2-2, dalam pertandingan yang diiringi dengan ketertinggalan 2-0 sampai 16 menit tersisa di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.
Arema menunjukkan permainan yang tak mau menyerah, sebelum peluit panjang ditiup wasit. Dalam kondisi tertekan, tim asuhan Milomir Seslija itu justru tampil lepas di babak kedua. Dua gol dari Makan Konate di menit 74’ dan Jayus Hariono pada menit 82’, membuat Dendi Santoso dkk mampu membalas keunggulan Persipura di babak pertama.

Baca Juga : Bukti Bisa Bangkit


Konate mencetak gol setelah Arema terus berusaha membongkar pertahanan Persipura di babak kedua. Tendangan dari luar kotak penalti yang tak mampu ditepis Sede Sulaiman. Sedangkan gol dari Jayus terjadi setelah pemain muda tersebut berhasil menggiring bola di kotak penalti dan dengan tenang mengelabui Dede yang tinggal berhadapan dengannya.
Sementara, sebelumnya Persipura unggul melalui gol Todd Rivaldo Ferre pada menit 33’ dan menambah keunggulan dengan gol Boaz Solossa tujuh menit kemudian. Todd Ferre mencetak gol melalui tendangan voli dari luar kotak penalti memanfaatkan clearance dari Hanif Sjahbandi. Sementara, Boaz membuat gol memanfaatkan umpan terobosoan dari sang pencetak gol pertama.
“Babak pertama kami mendominasi sekitar 30 menit. Kami sempat mempunyai dua peluang bagus tapi tidak menjadi gol,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Di babak pertama, Arema terkesan memainkan tempo dan mengandalkan penguasaan bola. Mereka tidak mau terlalu terburu-buru menyerang, namun perlahan membongkar pertahanan Persipura. Sebab, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu memahami, timnya kerap lengah ketika terlalu tampil menyerang.
“Lawan justru berhasil mencetak gol. Gol pertama sangat indah dan gol kedua, lagi-lagi kami berbuat salah,” ungkapnya.
Ia menganggap, di babak kedua timnya melakukan comeback yang bagus. Saat lawan sudah mulai merasa menang, dia melihat timnya terus bekerja keras, berlari demi membalas tuan rumah.
“Babak kedua kami ada sekitar enam peluang. Pemain benar-benar terus berlari, bekerja keras dan mereka terlihat ingin mendapatkan hasil yang bagus. Mereka melakukan comeback luar biasa,” papar dia.
Hanya saja, Persipura tetaplah Persipura, tim tangguh dalam persepakbolaan Indonesia. Tim tuan rumah merupakan klub yang mendominasi sepak bola tanah air. Sehingga, hasil imbang itu dia syukuri dan bangga dengan perjuangan anak asuhnya.

Baca Juga : Persipura Terlanjur Merasa Sudah Menang


“Persipura tim berpengalaman, mereka tahu bagaimana bermain kuat, bermain cepat. Itu yang membuat mereka mendominasi sepak bola Indonesia dalam waktu yang lama. Tetapi, pemain saya menunjukkan karakter bermain Arema,” tambahnya.
Ia menyebutkan, kunci dari keberhasilan Arema adalah tepatnya perubahan taktik dalam timnya. Mengganti Rifaldi Bawuo dan Ahmad Nur Hardianto dengan memasukkkan Sylvano Comvalius dan Riky Kayame, terbukti membuat serangan Arema lebih menggigit.
“Kami buat perubahan di babak kedua. Kami lihat perlu pergantian pemain ini dan terbukti bisa ada dua gol,” tutur pria asal Bosnia itu.
Menurutnya, tim Arema kini mendapatkan bekal yang bagus untuk melawan Tira Persikabo, Kamis (24/10) depan dalam laga away ketiga secara beruntun yang harus dilalui Arema selama delapan hari.
Sementara itu, Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago mengatakan timnya bermain seperti dalam dua momen di pertandingan kemarin. Momen pertama, babak satu timnya bisa menguasai permainan. Sedangkan di babak kedua, anak asuhnya menganggap laga seperti sudah usai.
“Setelah mendominasi di babak pertama, kami bermain longgar di babak kedua. Arema menjadi banyak peluang dan mereka memanfaatkan kelengahan kami,” ujarnya.
Menurut dia, timnya gagal menjalankan apa yang mereka rencanakan untuk pertandingan kemarin. Gagal menang, membuat tim Persipura pun tidak bisa memaksimalkan status tuan rumah, meskipun harus bermain di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.
“Seperti yang saya bilang, babak kedua kami sedikit menganggap pertandingan sudah selesai setelah kami unggul. Padahal, kami sebenarnya tahu dan mengantisipasi akan terjadi hal ini (kebangkitan Arema),” terang dia.
Ia menuturkan, timnya akan melihat secara keseluruhan usai laga tersebut. Aspek kesalahan apa saja yang terjadi, sehingga timnya terpaksa bermain imbang melawan Arema. “Kami akan lihat video dan ada tim analisis. Selanjutnya kami harus siap melawan Semen Padang,” tuturnya.
Dengan hasil ini, kedua tim menutup pekan 23 Liga 1 2019 dengan berada di posisi lima untuk Arema dan posisi enam bagi Persipura. Keduanya mengoleksi 34 poin. Hanya saja, Arema sudah bermain sebanyak 22 laga, sementara Persipura baru 21 laga. (ley/van)



Rabu, 13 Nov 2019

Penjagaan Super Ketat

Rabu, 13 Nov 2019

Kecewa Wasit!

Loading...