Antisipasi Corona dari Semua Penjuru

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Antisipasi Corona dari Semua Penjuru

Kamis, 19 Mar 2020, Dibaca : 1017 Kali

BATU - Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Batu terus bergerak. Selain melakukan penyemprotan seluruh ruangan Balai Kota Among Tani, Pemkot juga antisipasi dari berbagai sektor mulai pendidikan, sosial, pelayanan masyarakat, hingga pengamanan tempat umum dan lingkungan.
"Banyak upaya dilakukan Pemkot Batu  pencegahan Covid-19 dari segala sektor. Ini merupakan keseriusan Pemkot agar warganya benar-benar aman dan tidak terdampak Covid-19," ujar Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu kepada Malang Post, Kamis (19/3). 


Pemkot sudah membuat satgas untuk patroli, meliputi Satpol PP, TNI, Polri, dan Linmas. Mereka diturunkan ke Pasar Besar, tempat umum seperti Alun-Alun, tempat wisata dan hiburan. 
Wakil Ketua Satgas Penanggulan Bencana Non Alam dan Penanganan Percepatan Covid-19 ini menjelaskan, pengamanan Pasar Besar agar tidak ada aksi borong bahan pokok. Setiap orang membeli beras maksimal beli 10 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 4 liter dan mie instan 2 dus.


Satgas juga berkeliling tempat umum, wisata, dan hiburan. Semua itu untuk memantau tempat-tempat tersebut masih buka. Setiap Satgas ada 12 orang anggota. 
"Bagian Kesra, nantinya juga menggeser giat safari Ramadhan. Anggaran safari kami berikan ke orang-orang yang terdampak jika ada. Anggaran safari tahun ini senilai Rp 572 juta," beber Ketua PMI Kota Batu ini.


Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Desa atau DP3AP2KB, pihaknya meminta agar membantu administrasi pencarian dana desa. Bantuan diberika  bagi desa yang masih mengalami kendala agar dana desa segera cair. 
"Kami juga minta Kades mendata orang-orang menganggur karena kerja hotel dan tempat hiburan yang tutup. Kades bisa menggunakan DD untuk usaha orang-orang yang menganggur itu bisa bekerja. Kami minta berbagai pihak hindari rapat lebih dari 10 orang," bebernya.


PKL Alun-Alun juga bisa dibantu Pemkot Batu ketika kondisi jualan sepi. Pemkot juga meminta tanggungan utang yang harus dibayar Maret bisa diangsur  April atau mundur. 
"Pemilik utang kesulitan bayar. Nah untuk Maret, kami minta tidak ada pembayaran angsuran. Ini sudah kami koordinasikan ke OJK agar menyampaikan ke pusat," imbuhnya.


Tempat wisata seperti JTP juga terdapat stan dan mereka tidak bayar dalam Maret ini. BKPSDM segera membuat surat agar pegawai harus libur dan diatur untuk bekerja shift.
Masalah pendidikan, Dinas Pendidikan telah menginstruksikan kepada sekolah mulai TK, SD hingga SMP belajar di rumah. Sistem belajar, guru memberikan penugasan melalui online. 
Penilik dan pengawas sekolah harus aktif memonitor tiap sekolah terkait belajar mengajar. Untuk outing class dalam kota dan ke luar daerah tidak diperkenankan sementara waktu. 
"Lebih penting lagi Kepala Sekolah dan guru terus monitor anak-anak yang sakit melalui telepon. Mereka tanya kondisi secara berkelanjutan," papar Punjul.


Dinas Sosial, nantinya juga mendirikan dapur umum bekerja sama dengan BPBD. Petugas mengerahkan mobil mencari lansia untuk mendapat penanganan pencegahan Covid-19. 
Insentif lansia diberikan tiap tiga bulan masing-masing Rp 500 ribu untuk 1315 orang. Anak penyandang disabilitas ada 175 dengan pemberian bantuan Rp 500 ribu untuk tiga bulan.
LVRI diberikan bantuan Rp 1 juta untuk 84 orang. Serta PKH diberikan setiap 7-10 tiap bulan dengan ditransfer kepada 3992 orang dengan nilai Rp 200 ribu per orang. 


Sedangkan Ketua Bagian Data dan Informasi, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, Monika Kartikaning Fajarain SKM MKes menyebutkan, di Kota Batu ada 95 orang  sebagai ODR (Orang Dalam Resiko) dan 10 ODP (Orang Dalam Pengawasan).
"Satgas juga sudah menyebarkan surat edaran wali kota hingga tingkat desa. Satgas juga berkoordinasi dengan Dewan Masjid untuk mengoordinasikan kebersihan tempat ibadah serta mengharapkan Takmir melakukan protap dari Dinas Kesehatan," bebernya.


Pemkot juga membiayai warga yang positif covid-19 melalui DAK fisik non fisik dan cukai senilai Rp 2,5 miliar. Pemkot telah mempersiapkan anggaran Rp 4,5 miliar. Sehingga  total Rp 7 miliar. (eri/feb)

Editor : febri
Penulis : kerisdianto