Malang Post - Anti Narkoba Menolong Hidup Orang

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Anti Narkoba Menolong Hidup Orang

Sabtu, 18 Jan 2020

Mencegah generasi muda di Kota Malang terjerumus dalam kelamnya peredaran gelap narkoba, menjadi tugas Kiki Fatmay sebagai Duta Anti Narkoba (DAN). Perempuan cantik ini mengakui dengan menjadi duta narkoba, Kiki sapaan akrabnya, banyak berkesempatan dalam menolong hidup orang banyak. Khususnya generasi muda agar tak mencoba-coba obat-obatan terlarang.
Kiki menjadi juara DAN Kota Malang tahun 2019. Ia melihat banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar hingga mahasiswa. Ia tak mau melihat teman-teman dan adik-adiknya rusak gara-gara lingkaran hitam narkoba.
"Tak bisa dipungkiri sekarang banyak kasus-kasus penyalahgunaan narkoba oleh kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Malang. Sehingga dengan ikut dan menjadi Duta Anti Narkoba Kota Malang, saya ingin lebih membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba dan ingin dapat mengedukasi teman sebaya," papar Kiki kepada Malang Post.
Ia menerangkan, narkoba adalah awal dari kehancuran masa depan. Pasalnya ketika seorang mengenal narkoba secara otomatis akan menggunakan dan kemudian kecanduan.
Dari kecanduan narkoba, lanjut perempua kelahiran Blitar, 4 Mei 1998 ini, seorang pengguna kemudian akan melakukan segala hal untuk bisa mendapat barang haram tersebut. Sehingga segala cara akan dilakukan untuk mendapatkan barang haram.
"Itulah yang menjadi keluh kesah saya selama ini. Karena banyak pengguna narkoba berakhir dengan miris. Mulai dari mereka yang membuat perekonomian keluarga morat-marit, berakhir di jeruji penjara, hingga ada yang meninggal karena OD," beber perempuan yang berdomisili di Lowokwaru Kota Malang ini.
Juara 3 dalam kompetisi story telling Polinema ini mengungkapkan dengan menjadi DAN, setidaknya ia bisa lebih dekat kepada anak-anak muda dalam mensosialisasikan tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Mulai dari talkshow di sekolah-sekolah ataupun seminar di lembaga swasta, seperti pendidikan tinggi negeri maupun swasta lainnya. Dari apa yang ia lakukan itu, setidaknya ia telah memiliki andil dalam membangun generasi muda Indonesia untuk menjauhi narkoba.
Namun diungkap Kiki, langkah awal dalam menyuarakan stop narkoba harus dimulai dari diri sendiri. Barulah kemudian bisa mengajak dan memberi contoh masyarakat. Dari pengalamannya mensosialisasikan bahaya narkoba, Kiki mengatakan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurutnya dibutuhkan keuletan dan kesabaran.
"Harus ulet dan sabar. Karena untuk mensosialisasikan bahaya narkoba juga banyak musuhnya. Jadi harus benar-benar telaten. Meski selama melakukan sosialisasi tak ada penolakan secara mentah-mentah dari peserta," tuturnya.
Perempuan manis ini berharap dengan adanya bimbingan dari BNN. Masyarakat, khususnya anak-anak muda bisa terbebas dari barang haram tersebut.
Setidaknya dengan apa yang ia lakukan anak-anak muda bisa terbebas dari narkoba dan masyarakatnya bisa hidup sehat tanpa narkoba.
"Tak hanya itu, setelahnya saya juga meminta agar para peserta juga bersama-sama memberantas peredaran narkoba," tandasnya.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...