Angkut Pengungsi, Terbangkan Hercules ke Wamena | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 01 Okt 2019, dibaca : 780 , bagus, kris

MALANG - Dua pesawat Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh  Malang dikerahkan mengangkut pengungsi dari Wamena ke berbagai tempat. Sementara pemerintah daerah (pemda) di Malang Raya mendata warganya yang sedang berada di Wamena.
Pesawat angkut TNI AU yang diterbangkan ke Papua yakni C-130 dengan nomor pesawat A-1336 dan A-1305. Rencananya Rabu (2/10) besok pesawat Hercules terbang menuju Lanud Abd Saleh membawa pengungsi.
”Begitu mendapat perintah dari Mabes TNI AU, kami langsung mengirimkan dua pesawat ke sana untuk mendukung evakuasi warga,” jelas Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Hesly Paat.
Hesly mengatakan dua pesawat Hercules yang bermarkas di Lanud Abd Saleh itu setiap hari melakukan penerbangan rata-rata empat kali pulang pergi di wilayah Papua. Bahkan sampai kemarin, dua pesawat ini masih melakukan misi evakuasi.
Perwira tinggi dengan satu bintang di pundak ini belum dapat memastikan sampai kapan misi kemanusiaan itu berakhir. Namun  yang jelas, ia mengatakan pihaknya all out memberikan dukungan pesawat, hingga kondisi Wamena betul-betul membaik. ”Belum ada yang pulang sampai saat ini. Masih di sana semuanya,’’ ungkapnya.
Terkait misi kemanusiaaan ini, Hesly mengaku sudah mendapat pesan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM. Dalam pesan itu, jika ada pengungsi dari Jatim yang ingin kembali ke Jatim dapat diangkut dengan pesawat Hercules.
”Tadi sudah ditelpon oleh Sekda. Atas perintah gubernur, yang meminta agar warga Jawa Timur yang menjadi korban diprioritaskan, bilamana mereka ingin kembali ke Jawa,’’ ungkapnya.
Namun demikian, Hesly mengaku sampai kemarin siang belum mendapatkan data, berapa warga Jawa Timur yang menjadi korban kerusuhan.
Komandan Skadron 32 Lanud Abd Saleh, Letkol Pnb Suryo Anggoro M.Tr (Han) menambahkan, hingga kemarin sekitar 3.000 pengungsi yang telah dievakuasi dari Bandara Wamena. Selain menuju Jayapura, para pengungsi ini juga diterbangkan menuju Biak dan Ambon. ”Proses evakuasi masih berlangsung sampai saat ini. Karena di Wamena masih banyak,’’ katanya.
Para pengungsi dikatakan Suryo telah berkumpul di bandara sejak kerusuhan pecah Senin (23/9) lalu. Mereka memilih Bandara Wamena karena lebih aman. Di bandara tersebut dijaga personel TNI dan Polri. Bahkan, untuk naik pesawat, para para pengungsi ini diatur dengan pengawalan.
Selain menerbangkan pengungsi, pesawat Hercules juga mengangkut logistik dari Jayapura menuju Wamena. Logistik yang dikirmkan berupa sembako.
Soal warga Malang yang menjadi korban kerusuhan dan mengungsi, perwira dengan dua melati di pundak ini  mengaku masih melakukan pendataan. ”Untuk warga Jawa Timur yang sudah terdata sekitar 240 orang. Di antarannya memang ada warga Malang. Tapi kami tidak hafal,’’ katanya.
Sementara itu beberapa informasi menyebutkan ada 28 warga dari Wamena yang pulang ke Malang. Mereka bahkan telah dievakuasi  menggunakan Pesawat TNI AU C-130/ A-1320. ”Ini yang kami tidak paham. Karena selain kami dari Skadron 32 Lanud Abd Saleh yang menurunkan dua pesawat,  Mabes TNI AU juga menurunkan pesawat Hercules dari Skadron 31 dan Skadron 33,’’ katanya.  

Pemda di Malang Raya Data Warga
Pemkot Malang memastikan hingga kemarin belum dapat laporan warga Kota Malang yang menjadi pengungsi akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Namun demikian, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memastikan mencari informasi dan data terbaru setiap hari terkait warga Kota Malang di Papua.
Sutiaji bahkan sudah menugaskan Bakesbangpol mendata jumlah warga Kota Malang yang bekerja atau bertugas di Papua. Hasil pendataan akan dicocokan dengan data pengungsi yang ditangani Pemprov Jatim.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jatim Drs Ec Jonathan Judianto MMT yang dihubungi terpisah mengaku hingga kemarin data detail tentang warga Kota Malang maupun Malang Raya yang menjadi pengungsi dari Wamena belum didapatkannya.
“Wilayah Malang kita belum dapat detail. Kemarin (Minggu 29/9) pengungsi yang sudah ditangani dari Sampang, Lumajang, Mojokerto dan Nganjuk. Yang Nganjuk langsung pulang bersama keluarga saat transit di Semarang,” jelasnya.
Untuk kepastian jumlah warga asal Malang, Jonathan mengatakan akan terus update dan mencari data tersebut setiap harinya sesuai perkembangan. Pasalnya saat ini Pemprov Jatim juga terus mengumpulkan data dari berbagai instansi terkait.
Sementara itu menurut data pengungsi korban kerusuhan Papua dari Dinsos Provinsi Jatim yang disampaikan melalui Humas Pemkot Malang per kemarin, tercatat 40 orang sudah ditangani provinsi. Mereka terdiri dari 34 warga asal Sampang, empat warga asal Mojokerto, dan dua  warga asal Lumajang.  
Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si mengatakan, hingga kemarin belum mendapat kabar tentang warga Kota Batu di Wamena yang mengungsi akibat kerusuhan. "Kami akan cek lagi,” ujar Dewanti.
Selain itu, orang pertama di Pemkot Batu itu memastikan pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan untuk merekatkan kebersamaan antarwarga. Sehingga tidak ada kekhawatiran di antara warga.
"Semua warga Papua yang di Kota Batu merasa nyaman. Yang jelas siswa dari berbagai daerah kami jaga dengan baik agar tidak ada rasa kekhawatiran,” katanya.
Begitu juga dengan Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Pratama SIK MIK mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui hal tersebut. "Tapi dengan adanya pemberitaan yang terjadi di Wamena, kami imbau seluruh warga di Kota Batu tidak terprovokasi," imbuhnya.
Kapolres yang baru sepekan bertugas di Kota Batu ini memberi jaminan keamanan bagi semua warga, termasuk warga Papua.   
Bupati Malang H. M Sanusi mengaku sampai dengan saat ini belum mendapatkan data apakah ada warga Kabupaten Malang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena. ”Belum ada  informasi  untuk itu,’’ katanya. Namun demikian, Sanusi mengaku siap membantu jika ada warga Kabupaten Malang yang menjadi korban kerusuhan, dan kembali ke Malang.
”Nanti kami akan koordinasi dengan Dandim dan Kapolres,” jelasnya. (ira/ica/eri/van)



Loading...