Angkot Online, Pemkot Atur Ulang Zonasi Trayek | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 618 , aim, amanda

MALANG – Tawaran angkutan kota (angkot) berbasis online yang diajukan penyedia aplikasi Tron dari Jakarta ditindak lanjuti Pemkot Malang. Beberapa waktu lalu, Sekda Kota Malang Wasto bersama Kadishub Handi P melihat langsung penerapan aplikasi Tron di Bekasi yang sudah lebih dulu menggunakan aplikasi Angkot online ini.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah melakukan sosialisasi kepada sopir angkot.  Berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan, beberapa penumpang dan sopir merasa lebih diuntungkan.
"Saya sempat bertanya kepada penumpang di Bekasi, mereka mengaku mendapatkan kemudahan dalam mengakses transportasi. Selain itu, biayanya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan angkutan ojek online," terang dia ketika ditemui Malang Post, Selasa (8/10) kemarin.
Selain itu, Wasto juga sempat bertanya kepada sopir angkutan umum terkait trayek dan jumlah pendapatan yang didapatkan. Peningkatannya, bisa sekitar dua kali lipat dari biasanya. Bahkan, melalui angkot online itu, trayek angkot yang perlahan mati, bisa mulai dibangkitkan kembali.
"Dari 85 trayek angkot, ada yang perlahan-lahan mulai sepi penumpang. Dengan sistem baru tersebut, pelan-pelan mulai bangkit dan kembali diburu penumpang," jelas dia.
Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, pihaknya kemudian meminta Dishub Kota Malang untuk merumuskan konsep yang akan disosialisasikan kepada sopir angkot. "Saat ini, Dishub sudah mulai memanggil ketua asosiasi sopir angkot. Secara keseluruhan, ada lebih dari 1.000 sopir," papar dia.
Terkait trayeknya, pihaknya masih melakukan kajian terhadap sistem zonasi yang telah ditetapkan. "Nanti, kami akan lakukan kajian. Angkot mana saja yang trayeknya masih dalam satu zona wilayah akan dijadikan satu zonasi. Juga dilihat radiusnya," papar dia.
Nantinya, jika penumpang angkot harus transit (oper angkutan) dan tidak keluar dari satu zonasi, maka akan dikenakan biaya Rp 3.500 sekali jalan. "Rencananya akan kami terapkan begitu.  Nanti akan kami kaji ulang," tandas dia. (tea/aim)



Loading...